Ardiansyah, Fikri Ilham (2026) PENGARUH PENGATURAN TINGGI MEJA OPERASI SETINGGI UMBILIKUS DENGAN STERNUM TERHADAP KEMUDAHAN INTUBASI PADA PASIEN ANESTESI UMUM. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
1. Awal.pdf.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf.pdf Download (415kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf.pdf Download (567kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf.pdf Download (754kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (700kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (562kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf.pdf Download (305kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf.pdf Download (427kB) |
|
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
Text (Full Text)
FIKRI ILHAM ARDIANSYAH_P07120322009.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Pengaturan tinggi meja operasi merupakan salah satu faktor ergonomi yang dapat mempengaruhi kemudahan intubasi endotracheal tube pada pasien anestesi umum. Pengaturan tinggi meja yang tidak sesuai dapat menyebabkan operator bekerja dalam posisi yang kurang ergonomi sehingga mempengaruhi visualisasi glotis dan meningkatkan kesulitan intubasi. Tujuan: mengetahui pengaruh pengaturan tinggi meja operasi setinggi umbilikus dan sternum terhadap kemudahan intubasi pada pasien anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan non-equivalent two—group posttest only design. Sampel penelitian sebanyak 56 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pengaturan tinggi meja operasi setinggi umbilikus sebanyak 28 responden dan kelompok setinggi sternum sebanyak 28 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Kemudahan intubasi diukur menggunakan Intubation Difficulty Scale (IDS). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: kelompok pengaturan tinggi meja operasi setinggi umbilikus memiliki nilai mean rank sebesar 36,14, sedangkan kelompok setinggi sternum memiliki nilai mean rank sebesar 20,86. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaturan tinggi meja operasi terhadap kemudahan intubasi pada pasien anestesi umum (p=0,000; p<0,05). Pengaturan tinggi meja operasi setinggi sternum memberikan kemudahan intubasi yang lebih baik dibandingkan setinggi umbilikus. Kesimpulan: Pengaturan tinggi meja operasi berpengaruh terhadap kemudahan intubasi pada pasien anestesi umum, dimana pengaturan tinggi meja setinggi sternum memberikan kemudahan intubasi yang lebih baik dibandingkan setinggi umbilikus. Kata Kunci: Tinggi meja operasi, kemudahan intubasi, umbilikus, sternum, anestesi umum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Tinggi meja operasi, kemudahan intubasi, umbilikus, sternum, anestesi umum. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 06:38 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 06:38 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24093 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
