Roffi, Muhamad (2026) PERILAKU DAN UPAYA PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS DUSUN TARUDAN, SEWON, KABUPATEN BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
Awal_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (2MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (647kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter I_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (953kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter II_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (967kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter III_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter IV_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (810kB) |
|
Text (Reference)
Reference_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Download (929kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices_Muhamad Roffi_P07133123060.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text (KTI_Muhamad Roffi_P07133123060)
Muhamad Roffi_P07133123060_Full.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Faktor lingkungan, keberadaan tikus, kondisi sanitasi yang kurang baik, serta rendahnya pengetahuan masyarakat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ini. Dusun Tarudan merupakan salah satu wilayah yang memiliki faktor risiko leptospirosis sehingga diperlukan kajian mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam upaya pencegahannya. Tujuan: Mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan warga Dusun Tarudan dalam pencegahan leptospirosis serta menggambarkan upaya pencegahan yang telah dilakukan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan menggunakan kuesioner dan checklist kepada warga Dusun Tarudan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan informan yang terdiri dari perangkat dusun, kader kesehatan, sanitarian puskesmas, dan perwakilan masyarakat. Data kuantitatif dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Tingkat pengetahuan warga Dusun Tarudan dalam pencegahan leptospirosis sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 98 responden (90,7%), kategori sedang 6 responden (5,6%), dan kategori kurang 4 responden (3,7%). Sikap warga didominasi kategori baik sebanyak 106 responden (98,1%) dan kategori cukup sebanyak 2 responden (1,9%). Seluruh responden memiliki tindakan yang baik dalam pencegahan leptospirosis yaitu sebanyak 108 responden (100%). Upaya pencegahan yang telah dilakukan masyarakat meliputi kerja bakti lingkungan (77,77%), fasilitas dan dukungan pencegahan leptospirosis (45,37%), peran pemerintah dan fasilitas kesehatan (31,48%), penyebaran informasi terkait leptospirosis (31,48%), serta penyuluhan dan edukasi (15,74%). Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat berperan penting dalam pencegahan leptospirosis. Peningkatan edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan lintas sektor perlu terus dilakukan untuk meningkatkan perilaku pencegahan leptospirosis di Dusun Tarudan. Kata Kunci: Leptospirosis, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pemberdayaan Masyarakat
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Leptospirosis, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Pemberdayaan Masyarakat |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:34 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:34 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24077 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
