Salsabila, Tina (2026) PERBEDAAN SATURASI OKSIGEN PADA VENTILASI MANUAL DENGAN MENGGUNAKAN OROPHARYNGEAL AIRWAY (OPA) PADA PASIEN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA BOGOR. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Cover.pdf

Download (635kB)
Text (Abstrack)
Abstrack.pdf

Download (250kB)
Text (Chapter 1)
CHAPTER 1.pdf

Download (259kB)
Text (Chapter 2)
CHAPTER 2.pdf

Download (425kB)
Text (Chapter 3)
CHAPTER 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (359kB)
Text (Chapter 4)
CHAPTER 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (333kB)
Text (Conclussion)
Conclussion.pdf

Download (207kB)
Text (Reference)
Reference.pdf

Download (227kB)
Text (Appendics)
Appendics.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text (full-text)
SKRIPSI TINA SALSABILA NEW.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Text (Naskah Publikasii)
NASKAH PUBLIKASI NEW.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (553kB)

Abstract

Latar Belakang: Ventilasi manual atau Bag-Mask Ventilation (BMV) merupakan keterampilan krusial dalam manajemen jalan napas selama induksi anestesi umum, namun efektivitasnya sering terganggu akibat relaksasi otot orofaring pasca induksi yang menyebabkanobstruksi jalan napas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan saturasi oksigen pada ventilasi manual dengan menggunakan Oropharyngeal Airway (OPA) dan ventilasi manual standar pada pasien general anestesi di RSUD Kota Bogor. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel berjumlah 96 responden yang terdiri dari 48 pasien kelompok intervensi dan 48 pasien kelompok kontrol, dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan pulse oximeter dan lembar observasi, Pengukuran SpO₂ dilakukan pada menit ke-1, menit ke-2, dan menit ke-3 selama ventilasi manual, dengan nilai SpO₂ menit ke-3 digunakan sebagai data analisis kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan saturasi oksigen yang signifikan pada kelompok ventilasi manual dengan OPA (p = 0,000), sedangkan kelompok ventilasi manual standar mengalami penurunan saturasi oksigen yang signifikan (p = 0,000). Perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna, dengan rerata SpO₂ kelompok intervensi sebesar 99,92% dibandingkan kelompok kontrol sebesar 98,17% (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada saturasi oksigen antara ventilasi manual dengan OPA dan ventilasi manual standar, sehingga penggunaan OPA terbukti lebih efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan saturasi oksigen pada pasien general anestesi. Kata kunci: ventilasi manual, oropharyngeal airway (OPA), saturasi oksigen, anestesi umum, bag-mask ventilation (BMV)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Ventilasi manual, oropharyngeal airway (OPA), saturasi oksigen, anestesi umum, bag-mask ventilation (BMV)
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:57
Last Modified: 06 Aug 2026 04:57
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24029

Actions (login required)

View Item View Item