Usnida, Nadia (2026) Hubungan antara Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Perilaku Berisiko dengan Keluhan Kesehatan Akut (KKA) pada Petani Cabai Pengguna Pestisida Kelas 3 (Label Biru) di Kecamatan Tempel, Sleman. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf.pdf

Download (310kB)
Text (Abstract)
abstract.pdf.pdf

Download (206kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf.pdf

Download (181kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf.pdf

Download (249kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB) Request a copy
Text (Conclusion)
Conclusion 5.pdf.pdf

Download (100kB)
Text (References)
References. pdf.pdf

Download (163kB)
Text (Appendices)
Appendices. pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB) Request a copy
Text (KTI Nadia Usnida_P07133123014)
Nadia Usnida_P07133123014_KTI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (883kB) Request a copy
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Tempel merupakan sentra pertanian cabai dengan penggunaan pestisida intensif (1-3 kali/minggu). Paparan pestisida berulang menyebabkan Keluhan Kesehatan Akut (KKA). Dua faktor utama berkontribusi: kepatuhan APD rendah dan perilaku berisiko saat menangani pestisida. Belum ada penelitian analitik yang menguji hubungan terpisah antara penggunaan APD dan perilaku berisiko dengan KKA pada petani cabai pengguna pestisida Kelas 3 (Label Biru) di Kecamatan Tempel. Tujuan: Mengetahui hubungan antara penggunaan APD dan perilaku berisiko dengan Keluhan Kesehatan Akut (KKA) pada petani cabai pengguna pestisida Kelas 3 di Kecamatan Tempel, Sleman. Metode: Desain cross-sectional kuantitatif dengan 40 petani cabai pengguna pestisida Kelas 3, diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Spearman's ρ (α = 0,05). Hasil: Kepatuhan APD sangat rendah (10%), dengan 72,5% responden melakukan perilaku berisiko dan 70% mengalami KKA tinggi. Tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan APD dengan KKA (correlation coefficient = 0,021, p-value = 0,899). Namun, terdapat hubungan positif lemah-sedang yang signifikan antara perilaku berisiko dengan KKA (correlation coefficient = 0,330, p-value = 0,038). Kesimpulan: Ketidakpatuhan APD sangat memprihatinkan, namun perilaku berisiko, khususnya penundaan cuci tangan dan mandi setelah penyemprotan, memiliki hubungan yang lebih kuat dengan KKA. Intervensi perubahan perilaku higiene personal pasca-spray sangat mendesak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: APD, Pestisida Label Biru, Risiko Paparan, Petani Cabai, Keselamatan Kerja
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:13
Last Modified: 14 Aug 2026 04:13
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24014

Actions (login required)

View Item View Item