Handayani, Waris Saputri (2026) ANALISIS KADAR BILIRUBIN TOTAL MENGGUNAKAN SERUM, PLASMA EDTA, DAN PLASMA HEPARIN PADA BAYI DENGAN IKTERUS NEONATUS. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
1. COVER DAN HALAMAN JUDUL.pdf

Download (189kB)
Text (Awal Baru)
2. Awal Baru.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
3. Abstract.pdf

Download (174kB)
Text (Chapter 1)
4. Chapter1.pdf

Download (418kB)
Text (Chapter 2)
5. Chapter2.pdf

Download (812kB)
Text (Chapter 3)
6. Chapter3.pdf

Download (630kB)
Text (Chapter 4)
7. Chapter4.pdf

Download (322kB)
Text (Conclusion)
8. Conclusion.pdf

Download (172kB)
Text (Reference)
9. References.pdf

Download (430kB)
Text (Appendices)
10. Appendices Baru.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Ikterus neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Pemeriksaan bilirubin total umumnya menggunakan serum sebagai spesimen standar karena memiliki stabilitas yang baik dan menjadi rujukan dalam pemeriksaan kimia klinik. Namun, pada neonatus penggunaan serum sering terkendala oleh keterbatasan volume darah, waktu pembekuan yang relatif lama, serta kebutuhan pemeriksaan lain. Plasma EDTA dan plasma heparin dapat digunakan sebagai alternatif spesimen, tetapi perbedaan mekanisme kerja antikoagulan berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan bilirubin total. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan kadar bilirubin total berdasarkan jenis spesimen serum, plasma heparin, dan plasma EDTA pada bayi dengan ikterus neonatous. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berupa darah bayi dengan ikterus neonatus yang diperiksa menggunakan spesimen serum, plasma heparin, dan plasma EDTA. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Friedman untuk mengetahui perbedaan kadar bilirubin total berdasarkan jenis spesimen. Evaluasi mutu dilakukan menggunakan Total Error (TE) dan Total Error Allowable (TEa). Hasil Penelitian : Rerata kadar bilirubin total pada serum sebesar 16,13 ± 3,30 mg/dL, plasma heparin 16,06 ± 3,27 mg/dL, dan plasma EDTA 15,21 ± 3,09 mg/dL. Hasil uji Friedman menunjukkan terdapat perbedaan kadar bilirubin total berdasarkan jenis spesimen (p < 0,05). Uji lanjut Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan plasma heparin tidak berbeda bermakna dengan serum (p = 0,447), sedangkan plasma EDTA berbeda bermakna dengan serum (p = 0,000). Nilai Total Error (TE) plasma heparin dan plasma EDTA masih berada di bawah batas Total Error Allowable (TEa) 20%. Kesimpulan : Terdapat perbedaan hasil pemeriksaan bilirubin total antara serum dengan plasma heparin maupun plasma EDTA. Plasma heparin menunjukkan hasil yang lebih mendekati serum daripada plasma EDTA. Kata Kunci : bilirubin total, ikterus neonatus, serum, plasma EDTA, plasma heparin

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: total bilirubin, neonatal jaundice, serum, ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) plasma, heparin plasma.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 16 Oct 2026 03:34
Last Modified: 16 Oct 2026 03:34
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23937

Actions (login required)

View Item View Item