Rabani, Tazkiya Mariama (2026) PENGARUH VARIASI CAMPURAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna Radiata) DAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus Androgynus (L.) Merr) PADA BAKSO AYAM TERHADAP SIFAT FISIK, ORGANOLEPTIK, DAN KADAR FLAVONOID SEBAGAI POTENSI PANGAN PENDUKUNG LAKTASI. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf

Download (683kB)
Text
Abstrak.pdf

Download (212kB)
Text
chapter 1.pdf

Download (288kB)
Text
chapter 2.pdf

Download (309kB)
Text
chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (853kB)
Text
chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
Text
conclusion.pdf

Download (178kB)
Text
References.pdf

Download (244kB)
Text
Appendics.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text
Naskah full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Text
NASKAH PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (574kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: ASI adalah satu-satunya makanan yang dapat diterima oleh bayi. 74,73% bayi < 6 bulan mendapatkan ASI eksklusif sedangkan 25,27% anak belum mendapatkan ASI eksklusif (BPS, 2023). Pola makan pada ibu menyusui memengaruhi produksi dan komposisi ASI. Kacang hijau mengandung senyawa aktif yaitu polifenol dan flavonoid yang meningkatkan hormon prolaktin. Daun katuk memiliki kandungan polifenol dan steroid yang dapat merangsang reflex prolaktin, produksi alveoli, dan dapat merangsang hormon oksitosin. Kombinasi keduanya dalam pembuatan bakso diharapkan menjadi potensi pangan pendukung laktasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi campuran tepung kacang hijau dan tepung daun katuk terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, dan kadar flavonoid pada bakso ayam. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Variasi campuran tepung kacang hijau, tepung daun katuk dan daging ayam Pengujin kadar flavonoid menggunakan metode spektofotometri uv-vis. Data hasil uji organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, jika terlihat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Data hasil pengukuran kadar flavonoid dianalisis dengan uji Anova. Jika hasil menunjukkan perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Ranget Test. Hasil Penelitian: Variasi campuran tepung kacang hijau dan tepung daun katuk memengaruhi hasil sifat fisik bakso. Semakin banyak perbandingan proporsi daun katuk dibandingkan dengan tepung kacang hijau menghasilkan warna semakin hijau, aroma semakin langu, rasa kacang hijau dan daun katuk semakin kuat dan tekstur lebih padat. Uji organoleptik menunjukkan bahwa bakso perlakuan B (83% daging ayam:15% tepung kacang hijau:2% tepung daun katuk) paling disukai dari segi aroma, warna, rasa, dan tekstur. Kadar flavonoid tertinggi terdapat pada bakso D (29,787 mg/100g). Kesimpulan: Variasi campuran Tepung Kacang Hijau dan Tepung Daun Katuk berpengaruh terhadap Sifat Fisik, Organoleptik, dan Kadar Flavonoid bakso Kata Kunci: Bakso, Daun katuk, Flavonoid, Kacang hijau.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Bakso, Daun katuk, Flavonoid, Kacang hijau
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 04 Aug 2026 05:56
Last Modified: 04 Aug 2026 05:56
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23908

Actions (login required)

View Item View Item