Ramadhania, Neyzha (2026) ANALISIS PERBEDAAN HASIL PERHITUNGAN JUMLAH PLASMODIUM PADA PEWARNAAN GIEMSA DENGAN PELARUT AKUADES DAN BUFFER FOSFAT pH 7,2. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
1. Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf

Download (279kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf

Download (362kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf

Download (584kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf

Download (433kB)
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf

Download (486kB)
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf

Download (340kB)
Text (References)
8. References.pdf

Download (295kB)
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf

Download (900kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah tropis. Pemeriksaan mikroskopis menggunakan sediaan apus darah dengan pewarnaan Giemsa merupakan metode baku dalam diagnosis malaria. Kualitas pewarnaan sangat dipengaruhi oleh pelarut yang digunakan, umumnya buffer fosfat pH 7,2 sebagai standar dan aquades sebagai alternatif. Tujuan : Untuk menganalisis perbedaan hasil perhitungan jumlah Plasmodium pada sediaan apus darah malaria yang diwarnai menggunakan Giemsa 10% dengan pelarut buffer fosfat pH 7,2 dan aquades. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimen semu (quasi experimental) dengan 16 sediaan apus darah malaria positif yang masing-masing dibuat menjadi dua preparat untuk pewarnaan menggunakan Giemsa 10% dengan pelarut buffer fosfat pH 7,2 dan aquades. Hasil : Rata-rata jumlah Plasmodium pada kelompok buffer fosfat pH 7,2 sebesar 4.813,88 (min. 364 – maks. 11.692), sedangkan pada kelompok aquades sebesar 3.053,31 (min. 227 – maks. 8.235). Uji Mann Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,498 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok. Kesimpulan : Buffer fosfat pH 7,2 cenderung menghasilkan jumlah Plasmodium yang lebih tinggi dibandingkan aquades, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan. Buffer fosfat pH 7,2 tetap lebih direkomendasikan karena memberikan hasil pewarnaan yang lebih optimal dan sesuai standar pemeriksaan malaria mikroskopis. Kata Kunci: Malaria, Plasmodium, Giemsa, buffer fosfat pH 7,2, aquadest

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kata Kunci: Malaria, Plasmodium, Giemsa, buffer fosfat pH 7,2, aquadest
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 07 Oct 2026 02:10
Last Modified: 07 Oct 2026 02:10
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23527

Actions (login required)

View Item View Item