Salsabila, Aura (2026) HUBUNGAN PEMBERIAN CAIRAN KOLOID DENGAN PENCEGAHAN KEJADIAN HIPOTENSI PADA PASIEN SECTIO CAESSAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI IBS RSUD BANTEN. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (71kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (77kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Download (251kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (227kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (111kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (61kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (147kB) |
|
Text (Appendices)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (648kB) |
|
Text (Full Text)
Aura Salsabila (P07120322014) Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini dapat berdampak pada ibu dan janin sehingga diperlukan upaya pencegahan yang efektif. Salah satu metode yang digunakan adalah pemberian cairan koloid untuk mempertahankan volume intravaskular dan stabilitas hemodinamik. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian cairan koloid dengan pencegahan kejadian hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di IBS RSUD Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di IBS RSUD Banten pada tanggal 09 Februari–04 April 2026. Sampel penelitian berjumlah 66 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sebanyak 54 responden (81,8%) memperoleh pemberian cairan koloid sesuai kebutuhan (>10 ml/kgBB), sedangkan 12 responden (18,2%) memperoleh cairan koloid tidak sesuai kebutuhan (<10 ml/kgBB). Kejadian hipotensi ditemukan pada 12 responden (18,2%), sedangkan 54 responden (81,8%) tidak mengalami hipotensi. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian cairan koloid dengan kejadian hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian cairan koloid dengan pencegahan kejadian hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di IBS RSUD Banten. Kata Kunci: Cairan koloid, hipotensi, sectio caessarea, anestesi spinal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Cairan koloid, hipotensi, sectio caessarea, anestesi spinal. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:41 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:41 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
