Riyanto, Evril Katrina (2026) SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK, DAN KADAR SERAT PANGAN MIE BASAH DENGAN PENCAMPURAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (IPOMOEA BATATAS L.). Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
1. COVER DAN HALAMAN JUDUL.pdf

Download (45kB)
Text
2. Awal.pdf

Download (460kB)
Text
3. Abstrak.pdf

Download (67kB)
Text
4. Chapter 1.pdf

Download (97kB)
Text
5. Chapter 2.pdf

Download (197kB)
Text
6. Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
Text
7. Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (500kB)
Text
8. Conclusion.pdf

Download (8kB)
Text
9. References.pdf

Download (149kB)
Text
10. Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
Text
SKRIPSI_EVRIL KATRINA R.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
Text
NASKAH PUBLIKASI_EVRIL KATRINA R.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (373kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Mie basah merupakan salah satu produk pangan dengan bahan dasar tepung terigu yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun, kandungan serat pangan pada mie yang beredar saat ini masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi mie basah dengan pencampuran tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) untuk meningkatkan kadar serat pangan dalam produk tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh pencampuran tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning pada pembuatan mie basah ditinjau dari sifat fisik, sifat organoleptik, dan kadar serat pangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain rancangan acak sederhana. Terdapat 4 perlakuan dengan perbandingan tepung terigu, tepung daun kelor, dan ubi jalar kuning yaitu perlakuan A (100% : 0% : 0%), B (92,5% : 2,5% : 5%), C (85% : 5% : 10%), dan D (70% : 10% : 20%). Data yang dikumpulkan meliputi data sifat fisik, data organoleptik, dan data kadar serat pangan. Analisis sifat fisik secara deskriptif, analisis organoleptik dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney, serta analisis kadar serat pangan dengan uji One Way Anova dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil: Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa semakin tinggi pencampuran tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning, warna mie basah semakin pekat, aroma semakin langu, rasa semakin pahit dan khas sesuai bahan substitusi, serta tekstur menjadi kurang kenyal. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa mie basah perlakuan B dengan komposisi 92,5% tepung terigu, 2,5% tepung daun kelor, dan 5% tepung ubi jalar kuning merupakan mie basah dengan pencampuran tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning yang paling disukai panelis. Uji kadar serat pangan menunjukkan bahwa semakin banyak pencampuran tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning kadar serat pangan mie basah semakin meningkat. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pencampuran tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, dan kadar serat pangan mie basah. Kata Kunci: Kelor, Mie Basah, Serat Pangan, Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Ubi Jalar Kuning.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kelor, Mie Basah, Serat Pangan, Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Ubi Jalar Kuning.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:42
Last Modified: 03 Aug 2026 07:42
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23203

Actions (login required)

View Item View Item