Nurhezy, Aisyah Dewi (2026) PERBEDAAN KEJADIAN HIPOTERMIA INTRAANESTESIA DAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN GENERAL ANESTESIA YANG DIBERIKAN INFUS HANGAT DI RS PKU MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstrak)
2. Abstract.pdf Download (28kB) |
|
Text (BAB I)
3. Chapter 1.pdf Download (112kB) |
|
Text (BAB II)
4. Chapter 2.pdf Download (462kB) |
|
Text (BAB III)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) Request a copy |
|
Text (BAB IV)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) Request a copy |
|
Text (Kesimpulan)
7. Conclusion.pdf Download (68kB) |
|
Text (Referensi)
8. References.pdf Download (151kB) |
|
Text (Lampiran)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
|
Text (AISYAH DEWI NURHEZY)
AISYAH DEWI NURHEZY_P07120322021.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Pasien general anestesia sering mengalami kejadian hipotermia intraanestesia selama fase intraanestesia. Sebesar 73,5% dari 117 pasien yang diamati suhu tubuhnya selama intraanestesia mengalami kejadian hipotermia intraanestesia (Wongyingsinn & Pookprayoon, 2023). Selanjutnya, pasien yang mengalami kejadian hipotermia intraanestesia membutuhkan waktu yang lebih lama berada di PACU (Rainer Lenhardt et al., n.d.). Pemberian infus hangat menjadi salah satu intervensi yang efektif untuk menurunkan angka kejadian hipotermia intraanestesia. Masih terdapat perbedaan variasi suhu infus yang diberikan dan inkonsistensi hasil studi terdahulu terkait efektivitas infus hangat. Sehingga penelitian mengamati perbedaan kejadian hipotermia intraanestesi dan waktu pulih sadar pada pasien dengan general anestesi yang tidak diberikan infus hangat, diberikan infus hangat dengan suhu 37°C, dan 41°C. Tujuan: Mengetahui perbedaan kejadian Hipotermia intraanestesia dan waktu pulih sadar pasien general anestesia yang diberikan infus hangat. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif observasional analitik pendekatan Cohort. Periode penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2026. Responden penelitian berjumlah 88 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan memerhatikan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil: Analisis data perbedaan kejadian hipotermia intraanestesia berdasarkan pemberian infus hangat dilakukan dengan uji Fisher’s Exact Test didapatkan p=0,036. Hasil analisis data perbedaan waktu pulih sadar berdasarkan pemberian infus hangat dengan uji Likelihood Ratio didapatkan p=0,543. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan kejadian hipotermia intraanestesia berdasarkan pemberian infus hangat. Tidak terdapat perbedaan signifikan waktu pulih sadar berdasarkan pemberian infus hangat. Kata Kunci: General Anestesia, Hipotermia Intraanestesia, Waktu Pulih Sadar, Infus Hangat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | General Anestesia, Hipotermia Intraanestesia, Waktu Pulih Sadar, Infus Hangat |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 04:21 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 04:21 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23165 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
