Anisa, Salu (2026) VARIASI PENCAMPURAN PUDING SARI KEDELAI DAN BUAH NAGA (PUSUKENA) TERHADAP SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
Awal.pdf Download (496kB) |
|
Text (ABSTRAK)
Abstract.pdf Download (197kB) |
|
Text (BAB I)
Chapter 1.pdf Download (332kB) |
|
Text (BAB II)
Chapter 2.pdf Download (468kB) |
|
Text (BAB III)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (853kB) Request a copy |
|
Text (BAB IV)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (872kB) Request a copy |
|
Text (BAB V)
Conclusion.pdf Download (281kB) |
|
Text (REFERENSI)
References.pdf Download (283kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
|
Text (NASKAH SKRIPSI)
Skripsi Full Salu Ganda Putri Nur Anisa.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) Request a copy |
|
Text (NASKAH PUBLIKASI)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (504kB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Radikal bebas berperan dalam kerusakan sel yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Salah satu upaya pencegahan adalah mengonsumsi pangan yang mengandung antioksidan. Sari kedelai mengandung isoflavon sebagai antioksidan alami, sedangkan buah naga merah mengandung flavonoid, vitamin C, dan betalain yang berpotensi menangkal radikal bebas. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi pencampuran sari kedelai dan buah naga merah terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, dan aktivitas antioksidan puding. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Rancangan Acak Sederhana (RAS). Perlakuan terdiri atas A (0% sari kedelai:100% buah naga merah), B (25%:75%), C (30%:70%), dan D (35%:65%) dengan dua kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan terhadap 20 panelis agak terlatih menggunakan metode hedonik. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan Mann-Whitney, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH dan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil: Variasi pencampuran memengaruhi sifat fisik puding berupa warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata pada warna (p=0,052), aroma (p=0,577), dan tekstur (p=0,146), tetapi terdapat perbedaan nyata pada rasa (p=0,005). Perlakuan B (25% sari kedelai:75% buah naga merah) merupakan formula yang paling disukai panelis. Aktivitas antioksidan berbeda nyata antarperlakuan (p=0,003), dengan nilai IC₅₀ terendah pada perlakuan B sebesar 1573,28 ppm. Kesimpulan: Variasi pencampuran sari kedelai dan buah naga merah berpengaruh terhadap sifat organoleptik rasa dan aktivitas antioksidan puding. Formula terbaik adalah perlakuan B karena memiliki tingkat penerimaan panelis tertinggi dan aktivitas antioksidan terbaik. Kata Kunci: Aktivitas Antioksidan, Buah naga merah, Organoleptik, Puding Pusukena, Sari kedelai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Aktivitas Antioksidan, Buah naga merah, Organoleptik, Puding Pusukena, Sari kedelai. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 04:16 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 04:16 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23110 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
