Sumunar, Prasasti Rahma (2026) ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS DAN JUMLAH PLASMODIUM PADA SEDIAAN DENGAN PEWARNAAN GIEMSA KONSENTRASI 3% DAN 10% MENGGUNAKAN PELARUT BUFFER FOSFAT pH 7,2. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (542kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (47kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (125kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (922kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (43kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (123kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit infeksi akibat parasit Plasmodium yang masih menjadi masalah kesehatan global. Pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Giemsa merupakan gold standard diagnosis malaria. Variasi konsentrasi Giemsa, seperti 3% dan 10%, dapat memengaruhi kualitas pewarnaan dan jumlah parasit teramati sehingga berpengaruh terhadap akurasi diagnosis. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hasil pewarnaan dan jumlah Plasmodium pada sediaan dengan pewarnaan Giemsa konsentrasi 3% dan 10% menggunakan pelarut buffer fosfat pH 7,2. Metode: Penelitian ini merupakan quasi-eksperimental dengan desain static group comparison. Sampel terdiri dari 64 sediaan darah malaria, masing-masing 32 sediaan pada Giemsa 3% (kelompok kontrol) dan 10% (kelompok eksperimen). Kualitas pewarnaan dinilai pada sediaan darah tipis berdasarkan skor sitoplasma dan inti, sedangkan jumlah Plasmodium dihitung pada sediaan darah tebal. Hasil: Giemsa 3% menghasilkan rerata skor sitoplasma 2,56 dan inti 2,63, sedangkan pada Giemsa 10% diperoleh rerata skor sitoplasma 1,94 dan inti 2,13. Pada perhitungan jumlah Plasmodium, Giemsa 3% menghasilkan rerata 3.594, sedangkan Giemsa 10% sebesar 4.029, dengan selisih 435 parasit. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) pada kualitas pewarnaan sitoplasma (p = 0,002), inti (p = 0,004) serta jumlah Plasmodium (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kualitas pewarnaan dan jumlah Plasmodium antara Giemsa 3% dan 10%. Giemsa 3% lebih optimal untuk identifikasi morfologi parasit, sedangkan Giemsa 10% lebih efektif meningkatkan jumlah parasit teramati. Kata Kunci: Malaria, Plasmodium, Pewarnaan Giemsa, Konsentrasi, Buffer Fosfat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Malaria, Plasmodium, Pewarnaan Giemsa, Konsentrasi, Buffer Fosfat |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:30 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:30 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23097 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
