Jacinda, Jacinda (2026) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) STADIUM V DI RSUD WONOSARI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
1. Awal.pdf Download (812kB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (124kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (231kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Download (426kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (712kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (15kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (144kB) |
|
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversibel yang menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. GGK menjadi salah satu masalah kesehatan dengan kejadian yang terus meningkat. Pasien GGK berisiko mengalami malnutrisi akibat gangguan metabolisme, anoreksia uremik, penurunan nafsu makan, serta pembatasan asupan zat gizi. Sebanyak 76,1% pasien GGK mengalami malnutrisi, terutama pada usia ≥60 tahun dan pasien dengan lama penyakit ≥2 tahun. Oleh karena itu, diperlukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) untuk menangani permasalahan gizi pada pasien GGK. Tujuan: Mengkaji pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Wonosari. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian merupakan satu pasien GGK yang menjalani perawatan di RSUD Wonosari pada Januari–Februari 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan rekam medis, recall 24 jam, dan food weighing. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Hasil skrining menggunakan Malnutrition Screening Tool (MST) menunjukkan pasien berisiko malnutrisi dengan skor 3. Diagnosis gizi yang ditetapkan meliputi asupan oral tidak adekuat, pembatasan kebutuhan zat gizi tertentu, perubahan nilai laboratorium terkait gizi, dan permasalahan perilaku diet. Intervensi berupa diet GGK, edukasi, dan konseling gizi menunjukkan perbaikan kondisi klinis serta peningkatan pemahaman pasien terkait diet. Kesimpulan : Pelaksanaan PAGT dapat membantu mengidentifikasi masalah gizi dan memberikan intervensi sesuai kondisi pasien GGK.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Gagal Ginjal Kronik, Proses Asuhan Gizi Terstandar, malnutrisi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:39 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:39 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23079 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
