Rahmadani, Rivanda Nathaniela Putri (2026) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN G1P1A0 UKURAN 41 + 4 MINGGU, DENGAN IUD DPH-2 DAN DISPROPORSI KEPALA PENGGUL DI BANGSAL CEMPAKA RSUD dr SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
1. AWAL.pdf Download (822kB) |
|
Text (Abstrak)
2. ABSTRACT.pdf Download (174kB) |
|
Text (Bab I)
3. Chapter 1.pdf Download (224kB) |
|
Text (Bab II)
4. Chapter 2.pdf Download (373kB) |
|
Text (Bab III)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) Request a copy |
|
Text (Bab IV)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (596kB) Request a copy |
|
Text (Bab V)
7. Conclusion.pdf Download (144kB) |
|
Text (Referensi)
8. References.pdf Download (178kB) |
|
Text (Lampiran)
9. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Sectio Caesarea (SC) merupakan prosedur bedah mayor yang meningkatkan kebutuhan zat gizi akibat stres fisiologis ganda: pemulihan pasca persalinan dan penyembuhan luka operasi. Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dengan pendekatan ADIME (Assessment, Diagnosis, Intervention, Monitoring, Evaluation) diperlukan untuk memberikan asuhan gizi yang komprehensif dan berbasis bukti.Tujuan : Mengetahui penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien G1P1A0 ukuran 41+4 minggu, dengan IUD DPH-2 dan DKP di Bangsal Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode : Penelitian ini merupakan studi kasus observasional deskriptif. Subjek adalah Ny. J (17 tahun) dengan diagnosis G1P1A0 UK 41+4 minggu, IUD DPH-2, dan Disproporsi Kepala Panggul yang menjalani rawat inap di Bangsal Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Hasil : Skrining gizi menunjukkan pasien berisiko malnutrisi (skor 3). Pengkajian gizi: status gizi baik (%LILA 91,22%), terdapat peningkatan leukosit dan neutrofil sebagai respons inflamasi pasca bedah, serta asupan awal sangat kurang (energi 45,83%, protein 34,18%). Intervensi diberikan berupa diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dengan bentuk makanan biasa dan frekuensi 3x makan utama 2x selingan, serta edukasi gizi. Setelah 3 hari intervensi, terjadi peningkatan asupan yang signifikan menjadi kategori cukup. Kondisi fisik dan klinis pasien menunjukkan tren pemulihan yang baik. Kesimpulan : Penerapan PAGT pada pasien pasca SC efektif dalam meningkatkan asupan zat gizi dan mendukung proses pemulihan. Diet TETP yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien mampu mencapai target asupan minimal 80% dalam waktu 3 hari.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Proses Asuhan Gizi Terstandar, Bedah SC, Diet TETP |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 07:42 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 07:42 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22932 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
