Putri, Stevi Excelita Laksono (2026) PEMANFAATAN MINYAK JARAK SEBAGAI ALTERNATIF MINYAK IMERSI PADA PENGAMATAN MIKROSKOPIS SEDIAAN APUS DARAH TEPI (SADT). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (713kB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (39kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (124kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (706kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Download (208kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Download (276kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (101kB) |
|
Text
References.pdf Download (116kB) |
|
Text
Appendices.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Minyak imersi adalah komponen minyak yang berfungsi meningkatkan resolusi mikroskop cahaya dengan membiaskan cahaya dari preparat ke lensa objektif 100x, sehingga citra yang dihasilkan lebih jelas. Namun, minyak imersi komersial memiliki keterbatasan seperti harga yang mahal, ketersediaan terbatas, serta potensi dampak lingkungan. Minyak jarak (Ricinus communis L.) memiliki indeks bias (1,47) mendekati minyak imersi (1,51) sehingga berpotensi menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan yang masih minim diteliti. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui potensi minyak jarak sebagai alternatif minyak imersi dalam pengamatan mikroskopis SADT serta membandingkan kualitas citra yang dihasilkan dengan minyak imersi standar. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasieksperimental dengan pendekatan post-test only control group design. Sampel berupa darah EDTA 2 mL yang dibuat menjadi 15 preparat untuk masing-masing perlakuan dengan volume darah 20µL disetiap preparat. Pengamatan dilakukan menggunakan minyak imersi (kontrol) dan minyak jarak (perlakuan) dengan perbesaran lensa objektif 100x. Penilaian dilakukan oleh tiga penilai dengan skoring terhadap parameter kejernihan, ketajaman, kontras, dan warna sel. Analisis data meliputi rerata skor, analisis deskriptif, uji statistik, uji efektivitas, serta uji reliabilitas. Hasil Penelitian: Minyak jarak menunjukkan hasil pengamatan mikroskopis yang mendekati minyak imersi standar dengan perbedaan persentase rerata skor yang relatif kecil sebesar 2,38%. Kualitas citra yang dihasilkan masih berada dalam kategori baik dan dapat diterima, meskipun terdapat sedikit perbedaan pada aspek ketajaman dibandingkan kontrol. Kesimpulan: Minyak jarak berpotensi digunakan sebagai alternatif minyak imersi dengan tingkat kesetaraan kualitas mencapai lebih dari 97% dibandingkan standar. Namun, keterbatasan kualitas ketajaman lebih direkomendasikan sebagai solusialternatif pada kondisi keterbatasan sumber daya. Kata Kunci: Minyak jarak, minyak imersi, pengamatan mikroskopis, SADT.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Minyak jarak, minyak imersi, pengamatan mikroskopis, SADT |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi DIII Teknologi Laboratorium |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 04:10 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 04:10 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
