Fauziah, Izmi Nur (2026) PEMANFAATAN MINYAK KELAPA DENGAN DAN TANPA PEMANASAN 40°C SEBAGAI CLEARING AGENT TERHADAP HISTOMORFOLOGI JARINGAN HEPAR TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (256kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (324kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (542kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (675kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (304kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (257kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Full Text)
Izmi Nur Fauziah_P07134123039.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang : Penjernihan jaringan merupakan proses penggantian larutan dehidrasi dengan zat yang dapat bercampur dengan alkohol dan parafin. Xylene merupakan agen penjernih standar pada preparasi jaringan, namun bersifat toksik sehingga diperlukan agen penjernih alternatif yang lebih aman. Minyak kelapa berpotensi digunakan sebagai agen penjernih alternatif karena bersifat non-polar seperti xylene, namun memerlukan pemanasan untuk menurunkan viskositasnya. Tujuan : Mengetahui histomorfologi jaringan hepar meliputi kejelasan inti sel, kejelasan sitoplasma dan keseragaman pewarnaan hematoksilin eosin terhadap jaringan hepar menggunakan minyak kelapa tanpa pemanasan dan dengan pemanasan 40°C sebagai agen penjernih. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain post-test only control group design. Sampel berupa jaringan hepar tikus wistar dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu penjernihan menggunakan xylene, minyak kelapa tanpa pemanasan dan minyak kelapa dengan pemanasan 40°C. Kualitas histomorfologi dinilai berdasarkan kejelasan inti sel, kejelasan sitoplasma, dan keseragaman pewarnaan menggunakan sistem skor kemudian dianalisis secara deskriptif oleh dokter spesialis Patologi Anatomi. Hasil Penelitian : Kelompok xylene memberikan hasil terbaik dengan rerata skor 2,98 (inti sel dan sitoplasma baik 100%; pewarnaan baik 93,33%). Kelompok minyak kelapa tanpa pemanasan menunjukkan hasil yang mendekati kontrol dengan rerata skor 2,84 (inti sel baik 93,33%, sitoplasma dan pewarnaan baik 86,67%). Sementara itu, kelompok minyak kelapa dengan pemanasan 40°C menghasilkan rerata skor terendah yaitu 2,42. Meskipun keseragaman pewarnaan (73,33%) dan kejelasan inti sel (60%) masih berkategori baik pada sebagian besar lapang pandang, kualitas sitoplasma kelompok ini didominasi oleh kategori kurang baik hingga mencapai 93,33% lapang pandang. Kesimpulan : Pemanfaatan penjernihan menggunakan minyak kelapa tanpa pemanasan menghasilkan kualitas pewarnaan hematoksilin eosin histomorfologi hepar yang baik pada semua parameter uji (inti sel, sitoplasma dan keseragaman pewarnaan), sedangkan pemanasan 40°C menghasilkan inti sel dan pewarnaan yang baik tetapi kualitas sitoplasma kurang baik. Kata Kunci : Minyak kelapa, xylene, agen penjernih, histomorfologi hepar
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Minyak kelapa, xylene, agen penjernih, histomorfologi hepar |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi DIII Teknologi Laboratorium |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:56 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:56 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
