Tsaqifah, Angelina Zulfaa Nur (2026) ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN DIGITAL PADA SISTEM PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN KERANGKA DIGITAL MATURITY INDEX (DMI) DI RUMAH SAKIT ISLAM YOGYAKARTA PDHI TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
AWAL.pdf Download (921kB) |
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (198kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
CHAPTER 1.pdf Download (303kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
CHAPTER 2.pdf Download (234kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (292kB) Request a copy |
|
Text (CHAPTER 4)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (652kB) Request a copy |
|
Text (CHAPTER 5)
CONCLUSIONS.pdf Download (115kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
REFERENCES.pdf Download (161kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
APPENDICES.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Transformasi digital di rumah sakit menuntut peningkatan mutu pelayanan melalui pemanfaatan Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI (RSIY PDHI) sebagai rumah sakit yang telah mengimplementasikan sistem informasi terus berupaya meningkatkan kematangan digital. Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk mengukur tingkat kematangan digital, namun masih terdapat tantangan pada keamanan informasi, kompetensi sumber daya manusia, dan pemerataan implementasi sistem. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kematangan digital pengelolaan RME di RSIY PDHI berdasarkan penilaian DMI pada tahun 2022, 2024, dan 2026 serta mengidentifikasi perkembangan komponen, faktor pendukung, dan komponen yang perlu ditingkatkan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner penilaian DMI, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Kepala Unit IT, Kepala Unit Rekam Medis, dan petugas rekam medis. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh komponen DMI. Hasil: Penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kematangan digital dari 3,76 (2022) menjadi 3,97 (2024) dan 4,27 (2026). Komponen tertinggi adalah standar dan interoperabilitas 5,00 (2026), sedangkan terendah adalah keamanan informasi, privasi, dan kerahasiaan data 3,58 (2026). Peningkatan signifikan terjadi pada interoperabilitas dan data analytics yang mencerminkan optimalisasi integrasi sistem serta pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan manajerial. Kesimpulan: Kematangan digital di RSIY PDHI menunjukkan peningkatan berdasarkan hasil DMI tahun 2022, 2024, dan 2026. Namun, masih diperlukan penguatan keamanan informasi, kompetensi SDM, dan pemerataan implementasi RME agar transformasi digital dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Digital Maturity Index, SIMRS.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Rekam Medis Elektronik, Digital Maturity Index, SIMRS. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 05:32 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 05:32 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22482 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
