Effendi, Rere Debrila (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY P USIA 24 TAHUN G1P0A0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL DI PUSKESMAS SEWON 1 BANTUL. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (AWAL)
AWAL.pdf Download (472kB) |
|
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT.pdf Download (184kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
CHAPTER 1.pdf Download (301kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
CHAPTER 2.pdf Restricted to Registered users only Download (710kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (428kB) |
|
Text (CHAPTER 4)
CHAPTER 4.pdf Download (181kB) |
|
Text (REFRENCES)
REFERENCES.pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Berdasarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care), pendampingan dilakukan pada Ny. P usia reproduktif dengan pemantauan mulai masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Asuhan kebidanan berkesinambungan merupakan pelayanan yang diberikan secara terus-menerus untuk memantau kondisi ibu dan bayi sehingga komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Pendekatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Neonatal (AKN) melalui pelayanan maternal dan neonatal yang komprehensif serta berkualitas. Pada masa kehamilan, Ny. P menjalani pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin sesuai standar pelayanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik tanpa komplikasi. Tanda vital ibu dalam batas normal, pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan, presentasi kepala, serta denyut jantung janin normal. Selama kehamilan ibu mendapatkan asuhan berupa pemantauan kondisi ibu dan janin, edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, tanda persalinan, kebutuhan nutrisi, pola istirahat, persiapan persalinan dan rujukan (P4K), serta konseling awal terkait keluarga berencana. Keluhan yang dialami ibu selama trimester pertama berupa mual masih termasuk kondisi fisiologis akibat perubahan hormonal selama kehamilan dan dapat teratasi dengan baik. Asuhan persalinan dimulai saat Ny. P datang ke IGD RS PKU Muhammadiyah Bantul pada tanggal 14 Maret 2026 pukul 02.10 WIB dengan keluhan kontraksi teratur dan keluar lendir bercampur darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dan janin baik dengan denyut jantung janin dalam batas normal serta pembukaan serviks 2 cm. Perkembangan persalinan berlangsung progresif, dimana pada pukul 06.30 WIB pembukaan serviks bertambah menjadi 6 cm dan pada pukul 10.30 WIB mencapai pembukaan lengkap 10 cm disertai keinginan meneran dan pecahnya ketuban. Ibu dipimpin meneran sesuai his dan dilakukan pemantauan kondisi janin secara berkala hingga pada pukul 10.37 WIB bayi lahir spontan pervaginam berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi baik. Bayi lahir menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan lahir 3.400 gram dan panjang badan 50 cm. Persalinan berlangsung fisiologis tanpa komplikasi pada ibu maupun bayi. Asuhan bayi baru lahir dilakukan sesuai standar pelayanan neonatal esensial meliputi pemeriksaan fisik, pemantauan tanda vital, pemberian vitamin K, salep mata, imunisasi hepatitis B dosis nol (HB-0), serta edukasi teknik menyusui kepada ibu. Hasil pemantauan menunjukkan bayi dalam kondisi normal, mampu menyusu dengan baik, serta tidak ditemukan tanda bahaya maupun komplikasi neonatal. Bayi mendapatkan ASI eksklusif dan proses adaptasi terhadap kehidupan ekstrauterin berlangsung baik. Pada masa nifas dilakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi ibu. Hasil pemeriksaan menunjukkan involusi uterus berlangsung normal, lochea sesuai tahap fisiologis, tidak terdapat tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI lancar. Ibu juga mendapatkan edukasi mengenai nutrisi masa nifas, personal hygiene, tanda bahaya nifas, pola istirahat, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif. Dukungan keluarga terutama suami dalam membantu perawatan bayi dan memenuhi kebutuhan ibu selama masa nifas turut mendukung keberhasilan proses pemulihan ibu. Pada asuhan keluarga berencana, ibu telah mendapatkan konseling mengenai berbagai metode kontrasepsi yang dapat digunakan pasca persalinan. Pemilihan metode kontrasepsi disesuaikan dengan kondisi ibu, kebutuhan, serta rencana kehamilan berikutnya sehingga diharapkan dapat membantu ibu dalam mengatur jarak kehamilan secara aman dan efektif. Secara keseluruhan, pelaksanaan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. P berlangsung dengan baik tanpa ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, maupun keluarga berencana. Pendampingan secara komprehensif dan berkesinambungan memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi, meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan dan masa nifas, serta mendukung keberhasilan perawatan bayi baru lahir dan pemberian ASI eksklusif.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Continuity Of Care |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:38 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:38 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22218 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
