Listyorini (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. T USIA 24 TAHUN G1P0Ab0Ah0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL DI PUSKESMAS BERBAH. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
bagian awal.pdf Download (1MB) |
|
Text
BAB I.pdf Download (144kB) |
|
Text
BAB II.pdf Download (649kB) |
|
Text
BAB III.pdf Download (54kB) |
|
Text
BAB IV.pdf Download (37kB) |
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (137kB) |
Abstract
Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2024 mencapai 4.150. Sementara itu, untuk kematian bayi tahun 2023 tercatat 29.945. Berdasarkan data dari Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI tahun 2024 penyebab kematian ibu yang utama adalah: eklampsia 23%, perdarahan 20%, infeksi 5%, dan COVID-19 2% dan penyebab-penyebab lain/komplikasi (44%). Perdarahan saat ini masih menjadi penyebab kematian ibu yang tinggi di masa kehamilan, persalinan dan nifas. Berdasarkan data dari Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI tahun 2024 kematian ibu karena perdarahan berjumlah 955 kasus. Menurut WHO, 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada masa kehamilan. Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan serta infeksi yang merupakan faktor kematian ibu (Kemenkes, 2018). Kematian ibu dan bayi merupakan ukuran terpenting dalam menilai indikator keberhasilan pelayananan kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya dalam mengurangi AKI dan AKB yaitu dengan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan bermutu kepada ibu dan bayi dalam lingkup kebidanan adalah melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif (continuity of care). Ny.T usia 24 tahun G1P0Ab0Ah0 pada pendampingan yang pertama tanggal 23 Februari 2026 di poli KIA Puskesmas Berbah usia kehamilan Ny.T adalah 38+1 minggu, LLA 24,5 cm dan Kadar Hb 11,6 gr%. Berdasarkan Kartu Skor Poedji Rochjati, kasus Ny. T mendapat skor 2 dan dikategorikan dalam Kehamilan Risiko Rendah (KRR) tidak perlu dirujuk sehingga persalinan Ny. T bisa dilakukan di Puskesmas Rawat Inap dengan penolong bidan. Selama kehamilan Ny. T sudah melakukan pemeriksaan ANC secara standar yaitu K1 murni (periksa pertama di trimester 1) dan periksa sebanyak 10 kali dengan konsep 10 T. v Sesuai dengan anjuran bahwa persalinan harus dengan tenaga kesehatan, Ny.T pada tanggal 1 Maret 2026 melahirkan di Puskesmas Berbah ditolong oleh Bidan dan seorang perawat secara spontan tanpa ada komplikasi. Terjadi laserasi jalan lahir derajat 2 dan dilakukan penjahitan luka dengan anestesi lidocain. Bayi Ny. T lahir jam 23.20 WIB dengan berat badan 3560 gram, panjang badan 50 cm, bayi lahir langsung menangis, tidak terjadi aspiksia dan sudah mendapatkan penanganan BBL sesuai dengan standar yaitu: pencegahan infeksi, pencegahan hypotermi, perawatan tali pusat, IMD, injeksi vit K dan salep mata. Saat bayi mau pulang dari Puskesmas (hari ke2) didapatkan bayi kondisi ikterik kremer 3 sehingga bayi dirujuk ke RS Hermina. DiRS bayi di fototerapi karena kadar bilirubin 16, setelah 2 hr mondok diRS kadar bilirubin sudah turun menjai 11 dan bayi dipulangkan dari RS. Selama di rumah bayi dan ibu dalam kondisi baik, tidak ditemukan permasalahan atau komplikasi. Asuhan neonatal pada By. Ny. T telah memenuhi standar 3 kali Kunjungan Neonatal (KN 1: 6 jam–48 jam, KN 2: hari 3–7, KN 3: hari 8–28) sesuai Permenkes Nomor 21 Tahun 2021. Bayi terpantau sehat dan Normal dengan napas baik, denyut jantung normal, BAB/BAK lancar, berat badan sesuai usia, serta tidak ada tanda bahaya (kejang, sesak, ikterus, demam, infeksi). Bayi telah mendapat pelayanan standar lengkap: IMD, Vitamin K1, imunisasi Hepatitis B-0, perawatan mata dan tali pusat, ASI eksklusif, dan telah menerima imunisasi BCG tanggal 24 Maret 2026. Asuhan ini sudah memenuhi standar pelayanan minimal dengan dokumentasi lengkap dalam buku KIA. Asuhan masa nifas Ny.T telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan yang ditetapkan yaitu 4 kali kunjungan nifas (KF) dengan kunjungan sesuai waktu yang dianjurkan. Kondisi Ny. T selama masa nifas terpantau normal, sehat dan tidak ditemukan tanda bahaya atau komplikasi sampai masa nifas selesai. Sebelum masa nifas selesai (hari vi ke 40 nifas) Ny.T sudah menggunakan KB Paska Persalinan dengan memilih metode suntik 3 bulan. Asuhan Keluarga Berencana (KB) untuk Ny. T dimulai pada trimester III kehamilan; setelah mendapat konseling lengkap mengenai manfaat, pilihan metode, efek samping, dan cara penggunaan, Ny. T berdiskusi dengan suami dan ibunya, untuk memutuskan pilihan. Pada nifas hari ke 40 Ny.T tanggal 10 April 2026, Ny. T hadir di Puskesmas Berbah pada hari pelayanan KB didampingi oleh ibunya; untuk diberikan suntikan kontrasepsi 3 bulan sesuai pilihan pasien.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:34 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:34 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22167 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
