Lestari, Suti (2026) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE/ COC PADA NY.F USIA 27 TAHUN G2P0Ab1Ah0 USIA KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN MIOMA UTERI DI PUSKESMAS PUNDONG KABUPATEN BANTUL. Laporan-Coc thesis, POLTEKKES KEMENKESYOGYAKARTA.

Text (COVER)
AWAL COC.pdf

Download (461kB)
Text
SINOPSIS.pdf

Download (89kB)
Text
CHAPTER 1.pdf

Download (54kB)
Text
CHAPTER 2.pdf

Download (918kB)
Text
CHAPTER 3.pdf

Download (158kB)
Text
CHAPTER 4.pdf

Download (40kB)
Text
REFERENCE COC NY.F.pdf

Download (157kB)
Text
APPENDICES COC.pdf

Download (1MB)

Abstract

SINOPSIS ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE/ COC PADA NY.F USIA 27 TAHUN G2A0P1 USIA KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN MIOMA UTERI DI PUSKESMAS PUNDONG KABUPATEN BANTUL Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY tahun 2025, kasus mioma uteri mengalami tren peningkatan tahunan. Pada tahun 2025, prevalensi diestimasi meningkat sebesar 5-7% seiring dengan peningkatan usia kehamilan pertama pada wanita. Kabupaten Sleman dan Bantul menyumbang angka tertinggi untuk rawat jalan kasus ginekologi ini. Kabupaten Bantul memproyeksikan sekitar 9.987 ibu hamil. Dengan asumsi prevalensi nasional 1,5% pada ibu hamil, diperkirakan terdapat sekitar 140–150 ibu hamil dengan mioma di seluruh Kabupaten Bantul pada tahun 2025. Dari rata-rata 310 ibu hamil per tahun di wilayah kerja Puskesmas Pundong, secara statistik terdapat 4–5 kasus ibu hamil dengan penyulit mioma yang memerlukan pemantauan intensif atau rujukan ke RSUD Panembahan Senopati. Mioma uteri adalah tumor jinak yang berasal dari otot polos rahim (miometrium). Ketika terjadi bersamaan dengan kehamilan, kondisi ini menciptakan tantangan klinis yang kompleks. Secara patofisiologi, peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat memicu pertumbuhan ukuran mioma, terutama pada trimester pertama. Pada saat kunjungan ANC ditemukan Ny. F mengalami kehamilan dengan mioma uteri. Pada tanggal 31 maret 2026 ibu bersalin di RS PKU Muhammadiyah Bantul secara spontan tanpa komplikasi. Selama masa nifas ibu tidak mengalami komplikasi, pada kunjungan I ibu mengalami nyeri pada luka jahitan dan produksi ASI belum lancar. Bayi lahir dengan berat 3.610 gram cukup bulan tanpa komplikasi. Pada saat kunjungan ANC ibu mengeluh sering nyeri perut dari awal kehamilan hingga trimester III, hasil pemeriksaan USG dokter umum di puskesmas menunjukkan bahwa terdapat mioma uteri, kemudian Ny. F dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan menunjukkan bahwa Ny. F mengalami kehamilan dengan mioma uteri. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil primigravida dengan mioma uteri. Pada saat proses persalinan Ny.F melahirkan secara spontan tanpa komplikasi. Saran untuk bidan dalam kasus diatas adalah melakukan skrining awal secara teliti dan segera lakukan rujukan untuk USG Transvaginal/ Abdominal serta mengedukasi tanda bahaya kepada Ibu mengenai risiko red degeneratif.

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 18 Aug 2026 07:32
Last Modified: 18 Aug 2026 07:32
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22141

Actions (login required)

View Item View Item