SIMBOLON, SOLOHEDELA VIAROSA BR (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY L.R USIA 22 TAHUN G1P0A0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL DI PUSKESMAS KALASAN. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
AWAL.pdf Download (4MB) |
|
Text (SINOPSIS)
SINOPSIS.pdf Download (61kB) |
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (76kB) |
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Download (229kB) |
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Download (103kB) |
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Download (56kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (78kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN .pdf Download (2MB) |
Abstract
Target RPJMN tahun 2020–2024 pada sektor kesehatan meliputi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Neonatal (AKN). Upaya penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus hingga pelayanan keluarga berencana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan bermutu adalah melalui asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Asuhan diberikan secara komprehensif melalui pemantauan sejak masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Pendampingan asuhan berkesinambungan oleh mahasiswa terhadap Ny. L.R dilaksanakan sejak usia kehamilan 37 minggu 5 hari. Ny. L.R merupakan ibu hamil normal berdasarkan hasil pemeriksaan rutin di Puskesmas Kalasan. Pada masa kehamilan trimester III, ibu mengalami keluhan ringan berupa batuk, namun kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pemeriksaan antenatal menunjukkan janin tunggal hidup intrauterin, presentasi kepala, denyut jantung janin normal, serta pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan. Ibu mendapatkan asuhan berupa edukasi kebutuhan nutrisi, tanda bahaya kehamilan, pemantauan gerak janin, persiapan persalinan, serta terapi tablet Fe dan kalsium. Pada tanggal 30 Maret 2026 ibu datang dengan keluhan keluar cairan seperti air ketuban disertai lendir darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan ibu dalam persalinan kala I fase laten dengan pembukaan 2 cm. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 154/98 mmHg disertai edema pada kedua tungkai sehingga terdapat kecurigaan preeklamsia. Berdasarkan kondisi tersebut, ibu dirujuk ke RSUD Prambanan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah mendapatkan penanganan, ibu melahirkan secara spontan pada tanggal 31 Maret 2026 pukul 02.20 WIB dalam usia kehamilan aterm 40 minggu. Bayi lahir cukup bulan, menangis kuat, tonus otot aktif, dan kulit kemerahan. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 3865 gram, panjang badan 50 cm, dan lingkar kepala 37 cm. Pada masa nifas, Ny. L.R mengalami proses pemulihan yang normal. Keluhan nyeri jahitan pada nifas awal dapat teratasi dengan baik melalui edukasi personal hygiene, nutrisi, dan istirahat yang cukup. Produksi ASI meningkat secara bertahap dan ibu mampu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Selama masa nifas, ibu mendapatkan dukungan dari keluarga dalam merawat bayi walaupun suami sedang menjalani masa tahanan sehingga komunikasi lebih banyak dilakukan secara jarak jauh. Tidak ditemukan komplikasi pada masa nifas maupun neonatus. Pada masa neonatus, bayi Ny. L.R dalam kondisi normal. Bayi mendapatkan asuhan neonatal esensial berupa IMD, injeksi vitamin K, salep mata, imunisasi HB-0, serta imunisasi BCG sesuai jadwal. Bayi menyusu ASI eksklusif dengan frekuensi yang baik, eliminasi normal, tali pusat lepas tanpa tanda infeksi, serta pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia neonatus. Ibu juga diberikan edukasi mengenai tanda bahaya neonatus, cara menjaga kehangatan bayi, pemantauan pertumbuhan melalui KMS, serta pentingnya imunisasi dasar lengkap. Pada kajian keluarga berencana, ibu berencana menggunakan KB suntik 3 bulan setelah mendapatkan menstruasi pertama pasca persalinan. Selama masa menyusui dan belum aktif berhubungan seksual, ibu dianjurkan memanfaatkan Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi sementara. Ibu juga diberikan konseling mengenai efektivitas, keuntungan, dan efek samping KB suntik 3 bulan agar ibu lebih mantap dalam menentukan pilihan kontrasepsi. Asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. L.R menunjukkan bahwa pemantauan dan pendampingan secara menyeluruh sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana dapat membantu mendeteksi dini komplikasi, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, serta mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Bidan diharapkan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:29 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:29 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22107 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
