Astuti, Kontras (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. N UMUR 28 TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 37 MINGGU 6 HARI JANIN TUNGGAL HIDUP INTRAUTERIN PRESENTASI KEPALA DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK DI PUSKESMAS PONJONG II. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
COVER.pdf Download (43kB) |
|
Text
AWAL.pdf Download (1MB) |
|
Text
BAB I.pdf Download (161kB) |
|
Text
BAB 2.pdf Download (453kB) |
|
Text
BAB 3.pdf Download (151kB) |
|
Text
BAB 4.pdf Download (45kB) |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (75kB) |
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Asuhan kebidanan secara berkesinambungan (continuity of care) merupakan pendekatan pelayanan yang diberikan kepada ibu dan bayi secara menyeluruh sejak masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menurunkan risiko komplikasi melalui pemantauan yang kontinu dan komprehensif. Latar belakang penyusunan laporan ini didasarkan pada masih adanya risiko dalam masa kehamilan dan persalinan, salah satunya pada ibu dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan guna memastikan kondisi ibu dan bayi tetap dalam batas normal serta mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan KB, serta melakukan analisis kesesuaian antara teori dan praktik di lapangan. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengkajian dilakukan melalui wawancara dengan ibu, komunikasi melalui media daring (WhatsApp dan telepon), serta penelaahan data sekunder yang berasal dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan catatan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) dengan izin bidan tanpa menyalin atau melampirkan dokumen asli. Selain itu, dilakukan validasi data melalui kunjungan langsung pada beberapa tahapan asuhan. Hal ini menjadi salah satu keterbatasan karena penulis tidak melakukan observasi langsung pada seluruh tahapan, khususnya pada proses persalinan. Berdasarkan hasil asuhan yang diberikan, pada masa kehamilan ibu dengan KEK tetap dapat menjalani kehamilan secara fisiologis dengan pemantauan dan edukasi yang adekuat. Selama masa kehamilan dan nifas, ibu mengalami beberapa keluhan fisiologis yang masih dalam batas normal, seperti peningkatan frekuensi buang air kecil serta produksi ASI yang belum optimal pada awal masa nifas, yang dapat diatasi melalui edukasi dan intervensi kebidanan yang tepat. Proses persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik. Pada bayi baru lahir, proses adaptasi berlangsung dengan baik ditandai dengan kondisi umum stabil serta tidak ditemukan tanda bahaya. Asuhan neonatus dari KN1 hingga KN3 menunjukkan bahwa bayi tumbuh dan berkembang secara normal dengan pemberian ASI eksklusif serta dukungan perawatan dari ibu dan keluarga. Pada masa nifas, pemulihan ibu berjalan optimal dengan involusi uterus normal, luka perineum sembuh, serta produksi ASI yang akhirnya lancar. Pada masa nifas juga diberikan edukasi secara bertahap mengenai keluarga berencana (KB), hingga ibu dan suami memutuskan menggunakan Metode Amenorea Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi sementara. Pada KF4, penggunaan MAL masih efektif karena ibu memenuhi syarat, yaitu menyusui secara eksklusif, bayi berusia kurang dari 6 bulan, dan belum mengalami menstruasi. Keputusan ini juga disertai rencana penggunaan metode kontrasepsi lanjutan setelah masa efektivitas MAL berakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat kesenjangan yang bermakna antara teori dan kasus. Seluruh asuhan yang diberikan telah sesuai dengan standar pelayanan kebidanan serta menunjukkan keberhasilan pendekatan continuity of care dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi. Meskipun demikian, terdapat keterbatasan dalam pengkajian data karena sebagian data diperoleh secara tidak langsung. Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa asuhan kebidanan secara berkesinambungan mampu memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara komprehensif, melibatkan ibu dan keluarga, serta didukung dengan edukasi yang tepat. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan terus meningkatkan pelayanan kebidanan secara holistik dan berkesinambungan, serta ibu dan keluarga aktif dalam menjaga kesehatan dan merencanakan penggunaan kontrasepsi secara tepat.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:00 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:00 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
