Aisyah, Devis Avrilian (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY MA USIA 30 TAHUN G2P1A0 UMUR KEHAMILAN 38 MINGGU 4 HARI DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI PUSKESMAS SRANDAKAN BANTUL. Laporan-Coc thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (AWAL)
AWAL.pdf Download (332kB) |
|
Text (SINOPSIS)
SINOPSIS.pdf Download (157kB) |
|
Text (CHAPTER I)
CHAPTER I.pdf Download (215kB) |
|
Text (CHAPTER II)
CJAPTER II.pdf Download (407kB) |
|
Text (CHAPTER III)
CHAPTER III.pdf Download (282kB) |
|
Text (CONCLUSION)
CONCLUSION.pdf Download (172kB) |
|
Text (REFERENCES)
REFERENCES.pdf Download (186kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Download (482kB) |
Abstract
Target pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) meliputi upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Neonatal (AKN). Salah satu strategi untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak yang komprehensif dan berkesinambungan. Asuhan kebidanan berkesinambungan merupakan pendekatan yang dilakukan dengan pelayanan secara terus-menerus mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus hingga keluarga berencana sehingga kondisi ibu dan bayi dapat dipantau serta komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Pendampingan asuhan kebidanan berkesinambungan dilakukan pada Ny. MA usia 30 tahun G2P1A0 sejak usia kehamilan 38 minggu. Berdasarkan hasil pengkajian dan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Srandakan, Ny. MA mengalami kehamilan normal dengan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda vital dalam batas normal, presentasi kepala, denyut jantung janin normal, serta tidak ditemukan faktor risiko maupun komplikasi selama kehamilan. Ibu mendapatkan asuhan berupa pemantauan kondisi ibu dan janin, edukasi tanda bahaya kehamilan, tanda persalinan, persiapan persalinan dan rujukan (P4K), nutrisi, serta konseling awal keluarga berencana. Pada tanggal 28 Februari 2026 pukul 04.00 WIB, Ny. MA datang ke Puskesmas Srandakan dengan keluhan air ketuban keluar sejak pukul 03.00 WIB tanpa disertai kontraksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ketuban pecah dini (KPD) dengan pembukaan serviks belum ada. Setelah dilakukan observasi selama beberapa jam dan tidak ditemukan kemajuan persalinan, ibu dirujuk ke RS UII untuk penanganan lebih lanjut. Di rumah sakit dilakukan induksi persalinan dan ibu melahirkan secara spontan pervaginam pada pukul 13.25 WIB. Bayi lahir cukup bulan, berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, kulit kemerahan, dengan berat badan lahir 3.670 gram dan panjang badan 51 cm. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi selama proses persalinan. Asuhan bayi baru lahir dilakukan sesuai standar pelayanan neonatal esensial, meliputi pemeriksaan fisik, pemberian salep mata, vitamin K, imunisasi hepatitis B dosis nol (HB-0), serta edukasi teknik menyusui kepada ibu. Selama pemantauan neonatus usia 1 hari, 7 hari, dan 23 hari, bayi berada dalam kondisi normal, mendapatkan ASI eksklusif, tidak mengalami ikterus maupun tanda bahaya, serta tumbuh dan berkembang sesuai usia. Tali pusat lepas dan sembuh dengan baik tanpa tanda infeksi. Pada masa nifas, Ny. MA menjalani empat kali kunjungan nifas. Hasil pemantauan menunjukkan proses involusi uterus berlangsung normal, lochea sesuai tahap fisiologis, luka jahitan sembuh dengan baik, tidak ditemukan tanda infeksi maupun anemia, serta produksi ASI lancar. Ibu mendapatkan edukasi mengenai nutrisi, personal hygiene, tanda bahaya masa nifas, manajemen laktasi, pola istirahat, dan dukungan pemberian ASI eksklusif. Selama masa nifas, ibu juga memperoleh dukungan yang baik dari suami dan keluarga dalam merawat bayi serta membantu aktivitas sehari-hari. Pada asuhan keluarga berencana, Ny. MA telah mendapatkan konseling mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi. Setelah berdiskusi dengan suami, ibu memilih kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) karena menginginkan metode kontrasepsi jangka panjang dan tidak berencana menambah jumlah anak dalam waktu dekat. Namun hingga akhir pemantauan, ibu belum melakukan pemasangan IUD dan masih berada pada tahap pemantapan keputusan. Selama masa menyusui, ibu dianjurkan menggunakan Metode Amenorea Laktasi (MAL) dan kondom sebagai kontrasepsi sementara sampai siap melakukan pemasangan IUD. Secara keseluruhan, asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. MA berlangsung dengan baik. Tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, maupun keluarga berencana. Pendampingan secara komprehensif dan berkesinambungan memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta membantu ibu mengambil keputusan yang tepat terkait perawatan diri, pemberian ASI eksklusif, dan pemilihan metode kontrasepsi
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Continuity of Care |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:57 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:57 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22035 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
