YULIYATI, YULIYATI (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. NAP USIA 21 TAHUN G1P0A0AH0 DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL DAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS MLATI II. Laporan-Coc thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.

Text (AWAL)
AWAL.pdf

Download (739kB)
Text (SINOPSIS)
SINOPSIS.pdf

Download (147kB)
Text (CHAPTER I)
CHAPTER I.pdf

Download (191kB)
Text (CHAPTER II)
CHAPTER II.pdf

Download (505kB)
Text (CHAPTER III)
CHAPTER III.pdf

Download (376kB)
Text (CHAPTER IV)
CHAPTER IV.pdf

Download (177kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (135kB)
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Kehamilan, persalinan, masa nifas, dan kelahiran bayi merupakan proses fisiologis yang dapat berkembang menjadi kondisi patologis apabila disertai faktor risiko tertentu. Salah satu komplikasi yang sering dijumpai selama kehamilan adalah hipertensi gestasional dan anemia ringan. Hipertensi gestasional ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai proteinuria, sedangkan anemia ringan pada kehamilan ditandai dengan kadar hemoglobin antara 10–10,9 g/dL. Kedua kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia, gangguan pertumbuhan janin, persalinan prematur, perdarahan, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah apabila tidak ditangani secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (COC), mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana, guna memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terpantau dengan baik. Ny. NAP, usia 21 tahun, G1P0A0AH0, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di Puskesmas Mlati II. Pendampingan dilakukan sejak trimester III dengan kondisi ibu mengalami hipertensi gestasional dan anemia ringan. Selama kehamilan, ibu mengeluhkan pusing dan mudah lelah. Namun demikian, kondisi janin tetap baik dengan janin tunggal hidup intrauterin dalam presentasi kepala. Ibu telah mendapatkan terapi berupa Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan kalsium, disertai pemantauan tekanan darah secara berkala serta rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Selain itu, ibu juga memperoleh edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, pentingnya istirahat yang cukup, pemenuhan nutrisi seimbang, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Setelah mendapatkan asuhan kebidanan berkelanjutan, kondisi ibu menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan pusing dan meningkatnya pemahaman ibu dalam menjaga kesehatannya selama masa kehamilan. Proses persalinan Ny. NAP berlangsung dengan pemantauan yang ketat mengingat adanya riwayat hipertensi gestasional dan anemia ringan. Persalinan berjalan dengan aman tanpa komplikasi, serta kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik. Bayi lahir dengan tangisan kuat, tonus otot baik, dan warna kulit kemerahan. Segera setelah lahir dilakukan asuhan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan, meliputi penghangatan bayi, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian vitamin K, imunisasi Hepatitis B dosis nol (Hb-0), dan pemberian salep mata. Selama masa neonatus, bayi berada dalam kondisi sehat, tidak ditemukan tanda bahaya, serta mendapatkan ASI eksklusif. Pada masa nifas, kondisi Ny. NAP tetap baik tanpa adanya komplikasi. Tekanan darah ibu berangsur stabil, proses involusi uterus berlangsung normal, pengeluaran lochea sesuai dengan tahapannya, dan produksi ASI cukup sehingga bayi dapat menyusu secara efektif. Ibu juga mampu melakukan perawatan diri dan bayinya secara mandiri dengan dukungan yang baik dari keluarga. Pada masa nifas lanjut, ibu diberikan konseling mengenai keluarga berencana sebagai upaya menunda kehamilan berikutnya dan menjaga kesehatan reproduksi. Penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. NAP yang dimulai sejak kehamilan trimester III, persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana telah terlaksana dengan baik. Meskipun ibu memiliki faktor risiko berupa hipertensi gestasional dan anemia ringan, pemantauan yang rutin, edukasi kesehatan yang berkelanjutan, pemberian terapi yang tepat, serta dukungan keluarga yang optimal mampu menjaga kondisi ibu dan bayi tetap baik tanpa komplikasi serius. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan memiliki peran penting dalam deteksi dini komplikasi, pencegahan perburukan kondisi ibu dan janin, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 18 Aug 2026 06:57
Last Modified: 18 Aug 2026 06:57
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22030

Actions (login required)

View Item View Item