Ananda, Dwi Putri (2026) ANALISIS NILAI ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) TERHADAP SAMPEL HEMOLISIS MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text
1. AWAL.pdf Download (663kB) |
|
Text
2. ABSTRACT.pdf Download (203kB) |
|
Text
3. CHAPTER 1.pdf Download (218kB) |
|
Text
4. CHAPTER 2.pdf Download (444kB) |
|
Text
5. CHAPTER 3.pdf Download (281kB) |
|
Text
6. CHAPTER 4.pdf Download (285kB) |
|
Text
7. CONCLUSION.pdf Download (195kB) |
|
Text
8. REFERENCES.pdf Download (195kB) |
|
Text
9. APPENDICES.pdf Download (1MB) |
|
Text
Full-Text.pdf Download (2MB) |
Abstract
ANALISIS NILAI ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) TERHADAP SAMPEL HEMOLISIS MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA ABSTRAK Latar belakang : Hemolisis merupakan salah satu kesalahan pra-analitik yang sering terjadi di laboratorium klinik dan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan, termasuk Activated Partial Thromboplastin Time (APTT). Hemolisis menyebabkan pelepasan komponen intraseluler yang berpotensi mengganggu jalur koagulasi sehingga dapat menimbulkan bias hasil pemeriksaan. Tujuan penelitian : Untuk menganalisis perbedaan nilai APTT pada plasma sitrat non hemolisis, hemolisis ringan, dan hemolisis sedang pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan posttest-only control design. Sampel penelitian terdiri dari 14 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dengan total 42 data hasil pemeriksaan dari tiga kelompok perlakuan. Sampel darah diolah menjadi kondisi non hemolisis, hemolisis ringan, dan hemolisis sedang, kemudian dilakukan pemeriksaan APTT menggunakan metode foto-optik. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji Paired Sample T Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian : Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara plasma non hemolisis dengan plasma hemolisis ringan maupun hemolisis sedang. Nilai APTT pada sampel hemolisis ringan mengalami pemendekan waktu pembekuan sebesar 4 detik dibandingkan sampel non hemolisis. Sementara, nilai APTT pada sampel hemolisis sedang mengalami pemendekan waktu pembekuan sebesar 10 detik dibandingkan sampel non hemolisis. Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna antara plasma non hemolisis dengan plasma hemolisis ringan maupun hemolisis sedang. Sampel dengan kondisi hemolisis sebaiknya tidak digunakan pada pemeriksaan APTT karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan pengambilan keputusan klinis. Kata Kunci: Plasma Sitrat, Hemolisis Ringan, Hemolisis Sedang, APTT.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Plasma Sitrat, Hemolisis Ringan, Hemolisis Sedang, APTT. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 04:14 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 04:14 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21988 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
