Rerung, Noviani (2026) PERBEDAAN KADAR NATRIUM PADA TEKNIK TRANSFER DARAH SPUIT KE TABUNG DENGAN DAN TANPA PELEPASAN JARUM. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Cover)
1. AWAL.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
2. ABSTRACT.pdf Download (152kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. CHAPTER 1.pdf Download (187kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. CHAPTER 2.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 3)
5. CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
6. CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
7. CONCLUSION.pdf Download (85kB) |
|
Text (References)
8. REFERENCES.pdf Download (206kB) |
|
Text (Appendices)
9. APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) Request a copy |
|
Text (Full Text)
NOVIANI RERUNG (P71342325055);ULLYA RAHMAWATI (4028028801); DHIKA JULIANA SUKMANA (0808079501).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Tahap pra-analitik merupakan sumber kesalahan terbesar dalam pemeriksaan laboratorium (60-70%), salah satunya adalah teknik transfer darah dari spuit ke tabung vakum. Pemindahan darah dengan cara menusukkan jarum langsung ke tutup tabung dapat menyebabkan hemolisis akibat tekanan tinggi dan gaya geser (shear stress), yang berpotensi meningkatkan kadar natrium dalam sampel. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar natrium pada teknik transfer darah spuit ke tabung dengan dan tanpa pelepasan jarum. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden diambil secara random sampling di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Darah vena diambil menggunakan spuit 5 ml, kemudian dibagi menjadi dua perlakuan: tanpa pelepasan jarum (ditusukkan ke stopper) dan dengan pelepasan jarum (dialirkan melalui dinding tabung). Pemeriksaan kadar natrium dilakukan menggunakan alat ISE di RSUD Sleman. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik (uji T-Paired) atau non-parametrik (uji Wilcoxon). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Natrium pada teknik tanpa pelepasan jarum (138,67 mmol/L) menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik pelepasan jarum (139,42 Mmol/L). Hasil analisis klinis menunjukkan nilai selisih (bias) sebesar 0,537%. Jika dibandingkan dengan standar mutu internasional Total Allowable Error (TEa) dari CLIA sebesar ± 4%, maka penyimpangan tersebut masih berada dalam kategori “Dapat Diterima” (Acceptable). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar natrium secara statistik antara teknik transfer darah tanpa pelepasan jarum dan dengan pelepasan jarum, namun secara klinis perbedaan tersebut masih dapat diterima karena berada dalam batas toleransi kesalahan yang diijinkan. Kata Kunci: Natrium, Transfer Darah, Pelepasan Jarum, Hemolisis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Natrium, Transfer Darah, Pelepasan Jarum, Hemolisis. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 01:01 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 01:01 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21978 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
