Rahayu, Diva (2026) PERBEDAAN KADAR KLORIDA SERUM AKIBAT TEKNIK TRANSFER DARAH SPUIT KE TABUNG DENGAN DAN TANPA PELEPASAN JARUM. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
1. Awal.pdf.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf.pdf

Download (209kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf.pdf

Download (257kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf.pdf

Download (487kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf.pdf

Download (368kB)
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf.pdf

Download (338kB)
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf.pdf

Download (180kB)
Text (References)
8. References.pdf.pdf

Download (226kB)
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf.pdf

Download (1MB)
Text (Full Text)
DIVA RAHAYU_P71342325049.pdf

Download (3MB)
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf

Download (783kB)

Abstract

Latar belakang : Pemeriksaan kadar klorida merupakan parameter penting untuk menilai keseimbangan elektrolit dan asam-basa tubuh. Dalam tahapan praanalitik, teknik transfer darah dari spuit ke tabung sering kali dilakukan dengan cara yang berbeda, baik dengan melepas jarum maupun tanpa melepas jarum. Perbedaan teknik ini berpotensi menimbulkan tekanan mekanik yang memicu hemolisis, yang pada akhirnya dapat memengaruhi akurasi hasil laboratorium. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan kadar klorida serum akibat teknik transfer darah dari spuit ke tabung dengan dan tanpa pelepasan jarum, serta menganalisis selisih hasil kadar klorida yang dihasilkan dari kedua perlakuan. Metolde Peneltian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berupa 30 sampel serum pasien normal (total 60 pemeriksaan). Kadar klorida diukur menggunakan metode Ion Selective Electrode (ISE). Data dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, yang kemudian dilanjutkan dengan uji Unpaired Sample T-Test untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil Penelitian : Rerata kadar klorida pada teknik transfer darah dengan melepas jarum sebesar 100,69 mmol/L, sedangkan tanpa melepas jarum sebesar 98,97 mmol/L. Terdapat selisih rerata sebesar 1,72 mmol/L dengan penurunan sebesar 1,71% pada perlakuan tanpa melepas jarum. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Evaluasi mutu analitik menunjukkan nilai Total Error sebesar 4,88%, masih berada di bawah batas Tea klorida menurut CLIA, yaitu ±5%. Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada kadar klorida antara kedua teknik transfer darah, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara klinis karena masih berada dalam batas toleransi kesalahan yang diizinkan. Untuk menjamin akurasi yang lebih stabil dan mencegah risiko hemolisis pada parameter lain, teknik melepas jarum lebih direkomendasikan sebagai prosedur standar. Kata Kunci : Kadar Klorida, Teknik Transfer Darah, Praanalitik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kadar Klorida, Teknik Transfer Darah, Praanalitik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 16 Oct 2026 00:52
Last Modified: 16 Oct 2026 00:52
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21953

Actions (login required)

View Item View Item