Nuraini, Erlinda (2026) ADOPSI REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN BERDASARKAN OUTPATIENT ELECTRONIC MEDICAL RECORD ADOPTION MODEL (O-EMRAM) DI RSUD PRAMBANAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf.pdf Download (2MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf.pdf Download (15kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter1.pdf.pdf Download (102kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter2.pdf.pdf Download (149kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter3.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (124kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter4.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf.pdf Download (16kB) |
|
Text (References)
References.pdf.pdf Download (134kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kementerian Kesehatan mendorong percepatan transformasi digital melalui penilaian DMI, di mana adopsi RME merupakan salah satu komponennya. RSUD Prambanan telah menerapkan RME pada pelayanan rawat jalan sejak 2018 dan hampir seluruh proses pelayanan telah berjalan secara elektronik, namun posisi adopsi RME rawat jalan berdasarkan Outpatient Electronic Medical Record Adoption Model (O-EMRAM) belum diketahui, termasuk kriteria yang sudah terpenuhi dan area yang masih perlu dikembangkan. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan RME rawat jalan pada setiap tahapan O-EMRAM level 0-7 dan menentukan level adopsi RME rawat jalan RSUD Prambanan berdasarkan O-EMRAM. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap 5 informan meliputi dokter, kepala instalasi rekam medis, petugas rekam medis, kepala IT, dan perawat, serta dilengkapi observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil: Level 0 hingga level 4 telah terpenuhi seluruhnya. Pada level 5, portal pasien SAPA dan aktivitas sosialisasi telah tersedia namun data pengguna portal belum tersedia. Pada level 6, data rekapitulasi penyakit dan program PERSADIA sudah berjalan namun CDSS tingkat lanjut, reminder, dan koneksi alat medis belum tersedia. Pada level 7, integrasi SATUSEHAT dan tata kelola sistem sudah berjalan namun kondisi paperless dan dashboard analitik klinis belum tercapai sepenuhnya. Sebagai data pendukung, penilaian DMI RSUD Prambanan tahun 2025 menunjukkan skor total 4,62 dari skala 0-5 dengan skor komponen VII EMR sebesar 4,21 dari skala 0-5. Kesimpulan: Berdasarkan prinsip O-EMRAM yang bersifat hierarkis dan kumulatif, tingkat adopsi RME rawat jalan RSUD Prambanan berada pada level 4. Meskipun pada level 5, 6, dan 7 terdapat beberapa komponen yang mulai diterapkan namun belum terpenuhi secara menyeluruh, masih terdapat ruang pengembangan untuk mencapai kematangan digital yang lebih optimal. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, O-EMRAM, Adopsi RME, Rawat Jalan, Kematangan Digital
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Rekam Medis Elektronik, O-EMRAM, Adopsi RME, Rawat Jalan, Kematangan Digital |
| Subjects: | Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 02:40 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 02:40 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21898 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
