Riswanda Kurniawan, Dzaky (2025) PENGARUH DIAMETER ARANG AKTIF KULIT PISANG KEPOK UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) DALAM AIR SUMUR GALI DI DUSUN MORANGAN, NGEMPLAK, SLEMAN. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover)
AWAL.pdf Download (6MB) |
|
Text (Abstrak)
ABSTRACT.pdf Download (264kB) |
|
Text (Bab 1)
CHAPTER 1.pdf Download (341kB) |
|
Text (Bab 2)
CHAPTER 2.pdf Download (468kB) |
|
Text (Bab 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) |
|
Text (Bab 4)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (419kB) |
|
Text (Kesimpulan)
CONCLUSION.pdf Download (244kB) |
|
Text (Daftar Pustaka)
REFERENCE.pdf Download (304kB) |
|
Text (Lampiran)
APPENDICES(LAMPIRAN).pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang : Kadar besi (Fe) yang tinggi dalam air sumur gali dapat menimbulkan masalah kesehatan dan kualitas air, seperti rasa, warna, serta potensi gangguan pencernaan. Kulit pisang kepok memiliki kandungan lignin, selulosa, serta gugus fungsi aktif (–OH, COOH) yang berpotensi sebagai adsorben logam berat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media filtrasi ramah lingkungan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi diameter arang aktif kulit pisang kepok terhadap penurunan kadar besi (Fe) dalam air sumur gali di Dusun Morangan, Ngemplak, Sleman. Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan tiga variasi diameter arang aktif kulit pisang kepok, yaitu 1–0,5 cm (Filter A), 0,5–0,2 cm (Filter B), dan 0,2–0,1 cm (Filter C). Sampel air sumur gali diuji sebelum dan sesudah filtrasi dengan tiga kali pengulangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, Wilcoxon, serta Kruskal-Wallis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar Fe pada semua variasi filter. Filter A menurunkan kadar Fe dari 1,21 mg/l menjadi 0,247 mg/l (80%), Filter B dari 1,08 mg/l menjadi 0,19 mg/l (82%), dan Filter C dari 1,19 mg/l menjadi 0,207 mg/l (83%). Meskipun demikian, hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar variasi filter (p-value = 0,059 > 0,05). Kesimpulan : Arang aktif kulit pisang kepok mampu menurunkan kadar besi (Fe) dalam air sumur gali dengan efektivitas 80–83%. Namun, variasi diameter arang aktif tidak memberikan perbedaan signifikan secara statistik. Penelitian ini mendukung potensi pemanfaatan limbah organik sebagai teknologi sederhana, murah, dan ramah lingkungan dalam penyehatan air. Kata Kunci: Arang Aktif Kulit Pisang, Filtrasi, Penyehatan Air
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Arang Aktif Kulit Pisang, Filtrasi, Penyehatan Air |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 02:36 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 02:36 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21769 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
