Sania Mutiara, Rahmah (2025) PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU DAN KULIT JAGUNG (KLOBOT) SEBAGAI MEDIA PENGUAT PADA PEMBUATAN BIODEGRADABLE FOAM BERBAHAN DASAR PATI GANYONG (CANNA EDULIS). Skripsi thesis, https://www.poltekkesjogja.ac.id/.
|
Text (AWAL)
AWAL.pdf Download (1MB) |
|
Text
ABSTRAC.pdf Download (209kB) |
|
Text
CHAPTER 1.pdf Download (217kB) |
|
Text
CHAPTER 2.pdf Download (336kB) |
|
Text
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
|
Text
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (358kB) |
|
Text
CONCLUSION.pdf Download (128kB) |
|
Text
REFERENCES.pdf Download (172kB) |
|
Text
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text
SANIA MUTIARA RAHMAH_P07133219069.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Peningkatan aktivitas ekonomi di bidang kuliner berpengaruh terhadap tingginya penggunaan kemasan makanan sekali pakai berbahan plastik dan styrofoam. Selama 5 tahun terakhir kemasan makanan jenis styrofoam paling banyak mendominasi dan disukai penjual karena barangnya yang mudah didapatkan dan murah. Secara perhitungan statistik global produksi barang berbahan dasar polystyrene mencapai 14 juta ton dalam setahun dan Indonesia menghasilkan sampah styrofoam sebanyak 10,95 juta buah per tahun. Penelitian LIPI menemukan dominasi sampah styrofoam dari 0,27 hingga 0,59 juta sampah plastik mengalir ke laut sepanjang tahun 2018. Kandungan benzene pada styrofoam membahayakan kesehatan manusia. Limbah pertanian tebu dan jagung banyak menghasilkan produk samping yang tidak termanfaatkan. Kulit jagung dan ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang cocok digunakan sebagai material pengisi untuk meningkatkan sifat fisik (densitas, daya serap air) biodegradable foam. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi rasio serat ampas tebu dan kulit jagung, terhadap kualitas kemasan biodegradable foam melalui pengujian densitas dan daya serap air. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis kuasi eksperimen dengan desain penelitian post-test only. Variasi rasio serat tebu dan kulit jagung adalah (1:9), (3:7), dan (5:5). Masing-masing variasi terdapat 5 sampel dengan 3 specimen pengujian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variasi rasio serat pada pengujian densitas tidak signifikan. Pada pengujian daya serap air terdapat perbedaan signifikan antara variasi rasio serat (1:9) dengan (5:5). Variasi rasio serat ampas tebu : kulit jagung (3:7) menjadi biofoam dengan hasil terbaik. Kesimpulan: Variasi rasio serat ampas tebu dengan kulit jagung (1:9) dengan (5:5) berpengaruh terhadap nilai daya serap air biofoam. Analisis statistik menunjukkan hasil melebihi standar SNI yaitu 26.31%> 26.12%. Nilai densitas dari ketiga variasi rasio serat tidak beperngaruh nyata terhadap kerapatan biofoam. Kata Kunci: Ampas tebu, Kulit jagung, Pati ganyong, Biodegradable foam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Ampas tebu, Kulit jagung, Pati ganyong, Biodegradable foam |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 07:35 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 07:35 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21735 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
