Arwan, Deva Sevika (2025) PERILAKU KONSUMSI MAKANAN TINGGI NATRIUM DAN RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA DI KALURAHAN GILANGHARJO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
1. Awal.pdf Download (13MB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (26kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (145kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (96kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (132kB) |
|
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (364kB) |
|
Text (Deva Sevika Arwan_P07131122072)
DEVA SEVIKA ARWAN KARYA TULIS ILMIAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, dengan prevalensi mencapai 22% di kalangan orang dewasa dan 12,3% di kalangan remaja di D.I. Yogyakarta. Konsumsi natrium yang berlebihan menjadi salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap peningkatan angka hipertensi, terutama di kalangan remaja. Anjuran konsumsi natrium sehari untuk remaja adalah 1500-1700 mg per hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi makanan tinggi natrium dan risiko hipertensi pada remaja di Kalurahan gilangharjo, Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 84 responden berusia 12-19 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pengukuran tekanan darah. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,1% dengan asupan natrium cukup memiliki tekanan darah normal, sementara 16,7% mengalami prehipertensi dan hipertensi stage 1. Dan pada kelompok dengan asupan natrium berlebih, hanya 14,3% yang memiliki tekanan darah normal, sedangkan 36,9% mengalami hipertensi dan hipertensi stage 1. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di Kalurahan Gilangharjo mengonsumsi natrium melebihi batas yang dianjurkan, yang dapat mempengaruhi peningkatan risiko hipertensi. Responden yang mengonsumsi natrium lebih akan memiliki kemungkinan 4,9 kali lebih tinggi atau hampir lima kali lipat terkena risiko hipertensi dibandingkan dengan responden yang mengonsumsi natrium cukup (OR = 4,9, CI 95%). Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan asupan natrium demi kesehatan jangka panjang remaja.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: perilaku, risiko, remaja, natrium, hipertensi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 04:28 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 04:28 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21270 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
