Putri, Elsa Amanda (2025) PENERAPAN TEKNIK BERCAKAP-CAKAP PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJ GRHASIA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
AWAL.pdf Download (372kB) |
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (61kB) |
|
Text
BAB 1.pdf Download (112kB) |
|
Text
BAB 2.pdf Download (228kB) |
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) |
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (14kB) |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (140kB) |
|
Text
KARYA TULIS ILMIAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
Text
NASKAH PUBLIKASI (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (543kB) |
Abstract
Latar belakang: Halusinasi adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat membedakan rangsangan internal (pikiran) dari rangsangan eksternal (dunia luar), yang berarti seseorang memiliki persepsi atau pemahaman tentang lingkungan mereka tanpa adanya objek atau rangsangan nyata.Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia pada tanggal 4 Desember 2024 menunjukkan terdapat 69 pasien rawat inap dengan 52 pasien menderita gangguan persepsi sensori halusinasi atau sekitar 75.36%. Intervensi yang dapat dilakukan, yaitu teknik teknik bercakap-cakap. Tujuan: Melaksanakan penerapan teknik bercakap-cakap dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Studi kasus ini adalah sebuah studi yang menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan fokus penerapan teknik bercakap-cakap menggunakan metode membandingkan respons dua pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Teknik ini dilaksanakan menyesuaikan dengan kondisi pasien selama dilaksanakan intervensi selama 3 hari. Hasil: Kedua pasien menunjukkan adanya persamaan tanda dan gejala yang dialami berupa pasien tampak berbicara sendiri dan tertawa sendiri. Kedua pasien mempunyai kesamaan usia, jenis kelamin, riwayat pendidikan, dan mempunyai masalalu yang tidak menyenangkan. Terdapat perbedaan antara kedua pasien, yaitu klien 1 mengikuti kegiatan masyarakat, kepribadian cenderung perfectionist. Sedangkan klien II tidak pernah mengikuti kegiatan masayarakat, kepribadian cenderung tertutup.Tn. AS dihari kedua menunjukkan ada interaksi, mampu melakukan teknik bercakap-cakap dan mulai fokus. Sedangkan Tn. AM dihari ketiga menunjukkan interaksi dan mampu melakukkan teknik bercakap-cakap. Kesimpulan: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan teknik bercakap- cakap dapat membantu mengontrol halusinasi pendengaran. Respon setelah dilakukan teknik bahwa intervensi ini mampu menurunkan frekuensi halusinasi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Skizofrenia, Halusinasi pendengaran, Teknik bercakap-cakap |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 26 May 2026 08:16 |
| Last Modified: | 26 May 2026 08:16 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/20811 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
