Prasetianingsih, Sindi Yuni (2024) PERBEDAAN KADAR HbA1c PADA SPESIMEN WHOLE BLOOD PASIEN DIABETES MELITUS YANG DISIMPAN SELAMA 3 HARI DAN 7 HARI PADA SUHU 2-8˚C. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Cover.pdf Download (1MB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (231kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (261kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (479kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (418kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (568kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (8kB) |
|
Text
References.pdf Download (144kB) |
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Latar Belakang: Pemeriksaan HbA1c merupakan gold standard untuk pengendalaian diabetes melitus. Tes ini memberikan gambaran retrospektif tentang kadar glukosa darah selama sekitar 90-120 hari terakhir. Dalam proses pemeriksaan laboratorium, tahap pra-analitik menjadi sumber utama kesalahan, salah satunya berkaitan dengan penyimpanan spesimen. Berdasarkan survei awal yang melibatkan 43 tempat (35 rumah sakit dan 8 laboratorium klinik), diketahui bahwa spesimen whole blood umumnya disimpan selama 3 hari dan 7 hari. Penyimpanan ini umumnya dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kesalahan prognosis atau kebutuhan konfirmasi ulang hasil pemeriksaan. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar HbA1c pada spesimen whole blood pasien diabetes melitus yang disimpan selama 3 hari dan 7 hari pada suhu 2-8°C. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus di RSUD Provinsi Al-Ihsan Bandung sebanyak 15 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji stastistik yaitu Repeated Measure Anova dan uji klinis menggunakan CLIA dan NGSP. Hasil: Rerata kadar HbA1c pasien DM dengan segera diperiksa adalah 11,2%, setelah penyimpanan 3 hari sebesar 10,7%, dan setelah disimpan selama 7 hari sebesar 10,9%. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Repeated Measure ANOVA, tidak ditemukan perbedaan signifikan antar kelompok (p: 0,061; ≥0,05). Secara klinis, hasil pengujian menunjukkan bahwa selisih rata-rata kadar HbA1c sebesar 4,64% dan 2,95% masih berada dalam rentang yang dapat diterima menurut standar NGSP (±6%) dan CLIA (±8%). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan secara statistik dan klinis spesimen whole blood pasien diabetes melitus yang disimpan selama 3 dan 7 hari pada suhu 2-8˚C, sehingga spesimen masih dapat digunakan untuk pemeriksaan HbA1c dalam rentang waktu tersebut. Kata Kunci: HbA1c, Diabetes Melitus, Waktu Penyimpanan Whole Blood
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | HbA1c, Diabetes Melitus, Waktu Penyimpanan Whole Blood |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QD Chemistry T Technology > T Technology (General) T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:11 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:11 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/18261 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
