Sulfan, Sulfan (2024) EFEKTIVITAS VARIASI KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DALAM BAHAN SABUN CAIR BERBASIS MINYAK JELANTAH UNTUK MENURUNKAN ANGKA KUMAN PIRING DI RUMAH MAKAN X. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (AWAL)
Awal.pdf Download (576kB) |
|
Text (ABSTRAK)
Abstract.pdf Download (26kB) |
|
Text (BAB 1)
Chapter 1.pdf Download (186kB) |
|
Text (BAB 3)
Chapter 3.pdf Download (275kB) |
|
Text (BAB 2)
Chapter 2.pdf Download (205kB) |
|
Text (KESIMPULAN)
Conclusion.pdf Download (29kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
References.pdf Download (148kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
Appendices.pdf Download (4MB) |
|
Text (SKRIPSI SULFAN P07133323021)
SKRIPSI FULL.pdf Download (5MB) |
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan minyak jelantah secara terus menerus akan berbahaya bagi tubuh manusia. Minyak jelantah mengandung bahan bersifat karsinogenik. Jika dibuang secara sembarangan berpotensi menjadi limbah B3,sehingga perlu dilakukan pemanfaatan minyak jelantah. Salah satu upaya pemanfaatan minyak jelantah yaitu sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun cair. Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi perasan jeruk nipis (Citrus Aurantiifolia) pada sabun cair dari minyak jelantah terhadap penurunan angka kuman piring Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen Design) dengan pendekatan Non Equivalent Control Group dengan anggota sampel pada kelompok eksperimen dan kontrol tidak dilakukan randomisasi. Penelitian ini dilakukan bulan September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah Alat makan piring sebanyak 24 Sampel. Analisis data menggunakan Paired T-test dan One Way Anova. Hasil: Sabun cair olahan minyak jelantah dan perasan jeruk nipis konsentrasi 15% sebelum pencucian adalah 198 koloni/cm2 dan setelah pencucian adalah 95 koloni/cm2 , konsentrasi 20% sebelum pencucian adalah 198 koloni/cm2 dan setelah pencucian adalah 61 koloni/cm2 , konsentrasi 25% sebelum pencucian adalah 198 koloni/cm2 dan setelah pencucian adalah 44 koloni/cm2 , konsentrasi 30% sebelum pencucian adalah 198 koloni/cm2 dan setelah pencucian adalah 15 koloni/cm2. Kesimpulan: Sabun cair olahan minyak jelantah dan perasan jeruk nipis konsentrasi 15% menurunkan angka kuman sebesar 52%, pada konsentrasi 20% menurunkan angka kuman sebesar 69%, pada konsentrasi 25% menurunkan angka kuman sebesar 78%, sedangkan pada konsentrasi 30% menurunkan angka kuman sebesar 93%.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | minyak jelantah, jeruk nipis, angka kuman |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:19 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:19 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/18242 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
