Haleeda Fajrin, Siti (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS GONDOKUSUMAN II TAHUN 2023. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Text (Cover)
Awal.pdf.pdf Download (1MB) |
|
Text
Abstract.pdf.pdf Download (63kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf.pdf Download (107kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf.pdf Download (206kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf.pdf Download (182kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf.pdf Download (135kB) |
|
Text
Conclusion.pdf.pdf Download (77kB) |
|
Text
References.pdf.pdf Download (86kB) |
|
Text
Appendices.pdf.pdf Download (3MB) |
Abstract
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS GONDOKUSUMAN II TAHUN 2023 Siti Haleeda Fajrin1, Nanik Setiyawati2, Yuliantisari Retnaningsih3 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakara Email: haleedaa26@gmail.com ABSTRAK Latar belakang : Prevalensi pneumonia balita di Indonesia 31,41%, wilayah DIY sebesar 28,4%, dan di Kota Yogyakarta sebesar 48,1%, pneumonia balita tertinggi di Kota Yogyakarta terdapat di Puskesmas Gondokusuman II di tahun 2022. Pneumonia jadi masalah kesehatan utama penyebab kematian bayi dan balita. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian pneumonia pada balita. Metode : Penelitian observasi analitik dengan desain case control menggunakan data primer dan sekunder pada bulan Januari-Desember 2023. Subjek penelitian ini 102 balita di Puskesmas Gondokusuman II dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dilanjutkan regresi logistik. Hasil : Pneumonia sebagian besar terjadi pada balita dengan status gizi baik (55,9%), tidak ada riwayat BBLR (73,5%), keluarga tidak memiliki riwayat asma (55,9%), keluarga dengan status sosial ekonomi rendah (67,6%), balita tidak memiliki status imunisasi dasar PCV (79,4%), dan balita tinggal dengan adanya keberadaan perokok (94,1%). Faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada balita adalah faktor status gizi (p-value: 0,005; 95% CI: 1,605-10,424), riwayat BBLR (p-value: 0,002; 95% CI: 1,951-31,180), riwayat asma keluarga (p-value: 0,001; 95% CI: 1,953-13,718), status sosial ekonomi (p-value: 0,014; 95% CI: 1,334-7,558), keberadaan perokok (p-value: 0,028; 95% CI: 1,251-26,515). Kesimpulan : Status gizi, riwayat BBLR, riwayat asma keluarga, status sosial ekonomi, dan keberadaan perokok merupakan faktor yang memengaruhi kejadian penumonia pada balita. Riwayat asma keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh pada kejadian pneumonia balita. Kata Kunci : pneumonia, balita.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
Depositing User: | Mahasiswa Polkesyo |
Date Deposited: | 25 Oct 2024 05:10 |
Last Modified: | 25 Oct 2024 05:10 |
URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/17467 |
Actions (login required)
View Item |