PEMANFAATAN AMPAS TEH (Camellia sinensis) SEBAGAI ADSORBEN PENURUNAN KADAR Fe AIR SUMUR GALI

Fauzan Anditya Hafids, and Choirul Amri, and Tuntas Bagyono, (2018) PEMANFAATAN AMPAS TEH (Camellia sinensis) SEBAGAI ADSORBEN PENURUNAN KADAR Fe AIR SUMUR GALI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
Fauzan Anditya Hafids P07133115011 PEMANFAATAN AMPAS TEH (Camellia sinensis) SEBAGAI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang paling penting dalam kehidupan. Ditinjau dari ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan air bersih harus dapat memenuhi syarat-syarat kesehatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Air bersih menjadi masalah apabila kualitas tidak memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 yang meliputi syarat fisik, kimia, mikrobiologi, dan radioaktif. Persyaratan kimia untuk air bersih antara lain batas maksimal kadar Fe 1 mg/L. Gangguan kesehatan dapat timbul apabila air mengandung unsur besi dalam jumlah yang berlebihan. Berdasarkan uji pendahuluan terhadap air sumur gali, diketahui bahwa kadar Fe sebesar 2 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan titik jenuh yang diperlukan oleh adsorben ampas teh dalam menurunkan kadar Fe air sumur gali di Ngampilan Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan Eksperimen Semu dengan desain rancangan penelitian Control Group Time Series Design. Hasil penelitian akan dianalisa secara deskriptif. Dengan perendaman 20 gram adsorben ampas teh terhadap 1 liter air sumur gali telah terjadi penurunan rata-rata kadar Fe dari 2 mg/L menjadi 0,30 mg/L selama 120 menit, atau adsorben telah mencapai titik jenuh selama 120 menit. Hal ini dapat terjadi karena pertukaran ion antara logam besi yang ada di dalam air dengan gugus yang ada pada tanin yang terkandung dalam ampas teh sehingga logam berat terikat pada ampas teh dan membentuk kompleks Fe-tanin. Pada menit ke 100-120 kadar Fe dalam sampel tidak berubah yaitu 0,30 mg/L, sehingga adsorben yang digunakan telah mencapai titik jenuh. Menurut Permenkes No 32 Tahun 2017 kadar Fe maksimal sebesar 1,0 mg/L, dengan hasil yang didapat telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu diperolehnya air bersih dengan kualitas memenuhi persyaratan setelah dilakukan adsorpsi menggunakan ampas teh dan waktu yang diperlukan adsorben ampas teh dalam menurunkan kadar Fe air sumur gali hingga mencapai titik jenuh adalah 120 menit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: > Jurusan
Depositing User: analis
Date Deposited: 21 Feb 2019 06:17
Last Modified: 21 Feb 2019 06:17
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/847

Actions (login required)

View Item View Item