HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD WONOSARI

Astrie Siswita Rani, Astrie (2021) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD WONOSARI. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (290kB)
[img] Text
Chapter 1.pdf

Download (319kB)
[img] Text
Chapter 2.pdf

Download (495kB)
[img] Text
Conclusion.pdf

Download (186kB)
[img] Text
References.pdf

Download (305kB)
[img] Text
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Awal.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (475kB)
[img] Text
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (429kB)
[img] Text
ASTRIE SISWITA RANI_P07124217008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Preeklamsia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin di dunia. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya preeklamsia adalah obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Wonosari. Metode: Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan desain case-control yang dilakukan di RSUD Wonosari pada 1 Januari - 30 September 2020 melibatkan 180 sampel dibagi dua secara rata untuk masing-masing dialokasikan sebagai kelompok kasus dan kontrol yang dialokasikan secara systematic random sampling. Kejadian preeklamsia ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan IMT sebagai variabel independen. Beberapa variabel ditetapkan sebagai variabel luar, meliputi: usia ibu, status gravida, riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, riwayat preeklamsia dalam keluarga, kehamilan kembar, hipertensi kronik, dan diabetes mellitus . Data dianalisis secara statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan kejadian preeklampsi (p-value 0,000). Ibu hamil dengan obesitas mempunyai risiko sebesar 4,003 kali untuk mengalami preeklamsia dibandingkan dengan ibu hamil IMT normal. Ada hubungan antara riwayat preeklampsi sebelumnya dengan kejadian preeklampsi (p-value 0,023). Pada usia ibu, status gravida, riwayat preeklamsia dalam keluarga, kehamilan kembar, hipertensi kronik, dan diabetes mellitus diketahui tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian preeklamsia (p-value > 0,05). Dari analisi regresi logistik menunjukkan bahwa IMT dan riwayat preeklamsia sebelumnya mempengaruhi kejadian preeklamsia, akan tetapi riwayat preeklamsia bukan merupakan variabel pengganggu. Kesimpulan:Ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Wonosari Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Preeklamsia, Ibu Hamil ABSTRACT Background: Preeclampsia is a major cause of maternal and fetal morbidity and mortality in the world. Obesity is a factor that is closely related to the incidence of preeclampsia. The purpose of this study was to determine the relationship between body mass index and the incidence of preeclampsia in pregnant women at Wonosari Hospital. Methods: This analytic observational study with a case-control design was conducted at the Wonosari Hospital on January 1 - September 30, 2020 involving 180 samples divided equally, each allocated as a case group and controls allocated by systematic random sampling. The incidence of preeclampsia was determined as the dependent variable, while BMI was the independent variable. Several variables were set as external variables, including: maternal age, gravida status, history of preeclampsia in previous pregnancies, family history of preeclampsia, multiple pregnancies, chronic hypertension, and diabetes mellitus. The data taken is secondary data selected by systematic random sampling, analyzed by chi square test and logistic regression. Results: There is a significant relationship between BMI and the incidence of preeclampsia (p-value 0.000).Pregnant women with obesity have a risk of 4,003 times to experience preeclampsia compared to normal BMI pregnant women. There was a relationship between previous history of preeclampsia and the incidence of preeclampsia (p-value 0.023). Maternal age, gravida status, family history of preeclampsia, multiple pregnancies, chronic hypertension, and diabetes mellitus were found to have no statistically significant relationship with the incidence of preeclampsia (p-value > 0.05). From the logistic regression analysis showed that BMI and previous history of preeclampsia affect the incidence of preeclampsia, but history of preeclampsia is not a confounding variable. Conclusion: There is a relationship between body mass index (BMI) and the incidence of preeclampsia in pregnant women at Wonosari Hospital Keywords: Body Mass Index, Preeclampsia, Pregnant Women

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: mahasiswa polkesyo
Date Deposited: 23 Jul 2021 01:54
Last Modified: 23 Jul 2021 01:54
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/6382

Actions (login required)

View Item View Item