FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 LENDAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2020

Rafika Ramadhani, Rafika Ramadhani (2020) FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 LENDAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2020. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
Awal.pdf

Download (721kB)
[img] Text
Abstract.pdf

Download (173kB)
[img] Text
Chapter1.pdf

Download (275kB)
[img] Text
Chapter2.pdf

Download (453kB)
[img] Text
Chapter3.pdf

Download (483kB)
[img] Text
Chapter4.pdf

Download (239kB)
[img] Text
Conclusion.pdf

Download (171kB)
[img] Text
References.pdf

Download (181kB)
[img] Text
Apendices.pdf

Download (4MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Terjadi peningkatan prevalensi anemia berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, angka kejadian anemia secara nasional adalah 23,7%, sebesar 20,3% terjadi pada laki-laki dan 27,2% terjadi pada perempuan. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Lendah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Lendah, Kulon Progo tahun 2020. Metode: Deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dengan kuesioner yang dibagikan menggunakan google form. Jumlah sampel 75 responden. Analisis data menggunakan univariat, analisis bivariat menggunakan chi-square, analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Mayoritas remaja putri memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (44,0%), pola menstruasi kategori normal (60,0%), aktivitas fisik kategori berat (38,7%), konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) kategori cukup (50,7%), dan status gizi kategori normal (66,7%). Ada hubungan yang bermakna antara pola menstruasi dengan kejadian anemia (p-value 0,003), konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) (p-value 0,004), status gizi (p-value 0,007), sedangkan pada tingkat pengetahuan (p-value 0,496) dan aktivitas fisik (p-value 0,279) tidak terdapat hubungan yang bermakna. Status gizi merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian anemia (p-value 0,006) dengan nilai RP 5,251 (95% CI 1,553 – 17,757). Kesimpulan: Pola menstruasi, konsumsi TTD, dan status gizi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Lendah tahun 2020. Kata Kunci: Anemia, remaja putri, status gizi

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Mahasiswa Polkesyo
Date Deposited: 04 Mar 2022 04:42
Last Modified: 04 Mar 2022 04:42
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/3029

Actions (login required)

View Item View Item