HUBUNGAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS SENTOLO I KULON PROGO

Novia Paulina,, and Margono,, and Tri Maryani, (2019) HUBUNGAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS SENTOLO I KULON PROGO. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
Bagian Awal.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (82kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (118kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (170kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (81kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (59kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (85kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (593kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru Nampak saat anak berusia dua tahun. Di Kabupaten Kulon Progo kejadian stunting sebesar 23,6%, sedangkan target kejadian stunting di Kabupaten Kulon Progo < 20%. Hal ini berarti stunting lebih tinggi dan tidak sesuai target kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan masalah yang ada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Sentolo I Kulon Progo. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian dengan metode case control. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan total sampel 74 responden. 37 untuk kelompok kasus dan 37 untuk kelompok control. Hasil Penelitian: Balita yang memiliki riwayat panjang badan lahir pendek terdapat 27 balita (73%) memiliki status gizi stunted (kasus) dan sebesar 10 balita (27%) memiliki status gizi normal (kontrol). Balita yang memiliki riwayat panjang badan lahir normal terdapat 10 balita (27%) memiliki status gizi stunted (kasus) dan sebesar 27 balita ( 73%) memiliki status gizi normal (kontrol). Hasil analisis besaran risiko (OR) panjang badan lahir terhadap kejadian stunted 7,290. Hal ini berarti balita yangmemiliki riwayat panjang badan pendek saat lahir memiliki risiko mengalami stunted 7,290 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang memiliki panjang badan normal saat lahir. Kesimpulan: Ada hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunted pada balita

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: analis
Date Deposited: 16 Dec 2019 06:54
Last Modified: 19 Jun 2020 08:12
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/2211

Actions (login required)

View Item View Item