Asuhan Kebidanan Berkesinambungan pada Ny. S dengan Anemia Ringan dan Pertumbuhan Janin Terhambat di Puskesmas Danurejan II

OKTALIA ISTIQOMAH, and Hesty Widyasih, M.Keb, and Anita Rahmawati, S.SiT., MPH, (2016) Asuhan Kebidanan Berkesinambungan pada Ny. S dengan Anemia Ringan dan Pertumbuhan Janin Terhambat di Puskesmas Danurejan II. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
PENGANTAR.pdf

Download (379kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (207kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (313kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (474kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (138kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (92kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (171kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (368kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Anemia pada ibu hamil dan gangguan pertumbuhan janin selama kehamilan menjadi salah satu dari faktor risiko yang dapat menimbulkan kejadian patologis dalam persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Sehingga diperlukan pemantauan secara berkala yaitu dengan asuhan berkesinambungan atau Continuity of Care yang dilakukan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi, nifas dan keluarga berencana (KB). Penulis tertarik mengambil kasus ibu hamil di Puskesmas Danurejan II dengan responden Ny. S G2 P1 A0 Ah 1 usia 30 tahun. Ny. S pada usia kehamilan 29+4 minggu memiliki masalah anemia ringan dan pertumbuhan janin terhambat (PJT) dimana Hb ibu 10,3 gr%/dL dan TFU 1 jari diatas pusat (20 cm). Janin Ny.S mengalami malposisi dengan presentasi bokong di usia kehamilan 32+4 minggu tetapi pada kunjungan ulang posisi janin sudah kembali normal. Pada kunjungan kehamilan terakhir sebelum bersalin, Ny.S melakukan pemeriksaan Hb dimana ibu tidak anemia lagi dan kondisi janin saat itu baik dengan TBJ yang sudah sesuai. Hasil tersebut menjadi evaluasi yang baik terhadap asuhan yang diberikan selama proses kehamilan. Ibu bersalin secara spontan di RSKIA Permata Bunda dengan kala 1 memanjang (37 jam 15 menit), perdarahan dalam batas normal, ruptur perineum grade 1 dan dilakukan penjahitan luka perineum. Selama masa nifas, kunjungan nifas (KN) dilakukan sebanyak 3 kali. Ny.S tidak memiliki keluhan berarti saat periksa dengan kondisinya normal dan memilih menggunakan KB alamiah yaitu Amenorea Laktasi. Bayi yang dilahirkan menangis spontan, apgar score normal, sehat, dengan berat lahir 2700 gram, panjang badan 47 cm. Pemeriksaan yang dilakukan pada BBL Ny.S sudah sesuai dengan melakukan IMD dan pemberian profilaksis. Bayi Ny.S melakukan kunjungan neonatus (KN) sebanyak 3 kali. Namun pada usia 10 hari, bayi sempat dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul karena gumoh berlebihan dan dirawat selama 3 hari dengan pemasangan OGT, infus glukosa dan pemberian 2 jenis antibiotik. Pada KN ke-3 di usia 21 hari, kondisi bayi sudah baik dan diberikan imunisasi BCG. Asuhan berkesinambungan yang telah diberikan pada Ny S dengan masalah pertama anemia ringan dan PJT di kehamilan Trimester III hingga KB sebagian besar berhasil sehingga ibu tidak mengalami komplikasi, meskipun terdapat beberapa asuhan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu. Harapan setelah dilakukan asuhan berkesinambungan ini adalah dilakukannya asuhan berkesinambungan dengan melibatkan SDM terkait sehingga ibu hamil dengan anemia mendapatkan pelayanan yang menyeluruh.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Kebidanan
Depositing User: analis
Date Deposited: 17 Sep 2019 08:36
Last Modified: 22 Jun 2020 04:15
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/1800

Actions (login required)

View Item View Item