HUBUNGAN PARITAS DAN UMUR KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WONOSARI TAHUN 2016

Pipit Dwi Nurjayanti *, and Siti Tyastuti, and Margono, (2018) HUBUNGAN PARITAS DAN UMUR KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WONOSARI TAHUN 2016. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
SKRIPSI FULL TEXT.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Asfiksia merupakan salah satu keadaan kegawat daruratan neonatal yang dapat berakibat buruk seperti perdarahan otak, kerusakan otak dan keterlambatan tumbuh kembang bahkan kematian, sehingga masalah asfiksia harus dapat dideteksi lebih awal. Terdapat beberapa faktor yang masih dipertanyakan sebagai penyebab asfiksia diantaranya paritas dan umur kehamilan. Angka kematian bayi di Yogyakarta 25 per 1000 kelahiran hidup. Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten di DIY dengan angka kematian neonatal terbesar yaitu 104/1000 kelahiran hidup. Asfiksia merupakan salah satu 3 penyebab kematian bayi di Kabupaten Gunung Kidul. Tujuan Penelitian : Diketahui hubungan antara paritas dan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir Metode Penelitian : Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan case control menggunakan data sekunder dengan melihat rekam medis ibu yang melahirkan di RSUD Wonosari tahun 2016. Jumlah sampel adalah 94 yang dibagi dalam dua kelompok, sebanyak 47 kelompok bayi dengan asfiksia dan 47 kelompok bayi yang tidak asfiksia. Variabel independen yaitu paritas dan umur kehamilan dan variabel dependen pada penelitian yaitu kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil Penelitian : Hasil analisis antara dua variabel dengan chi-square menunjukkan secara statistik tidak adanya hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian asfiksia (P-value = 0,522). Hasil analisis selanjutnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur kehamilan dengan kejadian asfiksia (P-value = 0,012). Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian asfiksia dan terdapat hubungan yang signifikan antara umur kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: analis
Date Deposited: 17 Sep 2019 02:22
Last Modified: 17 Sep 2019 02:22
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/1771

Actions (login required)

View Item View Item