Pengaruh Anemia Kehamilan Terhadap Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2015.

Yulia Fany Rochmah1, and Sumarah2), and Munica Rita Hernayanti 3, (2017) Pengaruh Anemia Kehamilan Terhadap Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2015. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
FULL TEXT PDF.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Kematian ibu di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 25% disebabkan oleh preeklampsia/eklampsia. Kematian ibu akibat preeklampsia di DIY mengalami peningkatan pada tahun 2012 sebanyak 9 kasus (22,5%) menjadi 14 kasus (28%) pada tahun 2013. Penyebab kematian ibu karena preeklampsia di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan signifikan pada kasus PEB. Kematian ibu pada tahun 2014 sejumlah 2 kasus (14%), pada tahun 2015 menjadi 4 kasus (36%). Salah satu penyebab mortalitas maternal secara tidak langsung adalah anemia kehamilan. Anemia kehamilan ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah 11gr% yang mengakibatkan iskemia plasenta. Iskemia plasenta merupakan salah satu penyebab terjadinya preeklampsia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh anemia kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Jenis penelitian observasional analitik, dengan desain case contol. Subjek penelitian terdiri dari kelompok kasus yaitu ibu bersalin yang di diagnosis preeklampsia dan kelompok kontrol yaitu ibu bersalin yang tidak di diagnosis preeklampsia pada tahun 2015. Jumlah sampel 346 responden terdiri dari 173 kelompok kasus dan 173 kelompok kontrol. Pengumpulan data dari data sekunder yaitu register ibu bersalin dan rekam medis dari Januari–Desember 2015. Analisis data menggunakan chi-square, odd ratio. Proporsi kelompok kasus yang mengalami anemia lebih besar dari kelompok kontrol Hasil analisis menunjukan ada pengaruh yang bermakna antara anemia kehamilan dengan kejadian preeklampsia p-value 0,000. Resiko preeklampsia pada ibu bersalin yang mengalami anemia kehamilan meningkat 2,794 kali dibandingkan pada ibu bersalin yang tidak menderita anemia kehamilan. Anemia kehamilan mempengaruhi risiko terjadinya kejadiaan preeklamsia pada ibu bersalin.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: analis
Date Deposited: 05 Sep 2019 08:28
Last Modified: 05 Sep 2019 08:28
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/1673

Actions (login required)

View Item View Item