SETYOWATI, RINI (2024) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.T UMUR 28 TAHUN DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI KELUARGA BERENCANA DENGAN FAKTOR RESIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS PLAYEN II GUNUNGKIDUL. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Jogja.
![]() |
Text
COC 1 RINI SETYOWATI.pdf Download (5MB) |
Abstract
Faktor risiko pada ibu hamil bila tidak dideteksi secara dini atau ditindaklanjuti segera dapat menyebabkan kemungkinan risiko atau bahaya bila terjadi komplikasi pada persalinan yang dapat menyebabkan kematian atau kesakitan pada ibu dan bayinya. Sehingga diperlukan pemantauan secara berkala yaitu dengan asuhan berkesinambungan atau Continuity of Care yang dilakukan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi, nifas dan keluarga berencana. Salah satu ibu hamil dengan faktor risiko yaitu kekurangan energi kronik (KEK) di Puskesmas Playen II Gunungkidul. Kontak pertama dilakukan Tanggal 11 Januari 2024 pukul 10.00 Ibu mengatakan saat ini hamil anak ke 2 dengan riwayat kehamilan terdahulu anak 1 tahun 2019 Umur kehamilan 40 minggu ibu melahirkan normal di klinik Bidan jenis kelamin perempuan dengan berat badan 3000 gr pasca bersalin ibu menggunakan Alat kontrasepsi suntik pil KB. Saat ini ibu hamil 33 minggu dengan berat badan 45 kg tinggi badan 154 cm nilai IMT ibu adalah 18,9 cm dan LILA ibu 22.5 cm dalam hal ini ibu dikategorikan KEK berdasarkan hasil pengukuran LILA.. Kontak kedua dilakukan pada tanggal 1 Februari 2024 saat usia kehamilan 36 minggu dengan keluhan bagian perut bawah sakit samapai ke punggung. Tanggal 29 Februari 2024 ibu mengeluh kenceng- kenceng teratur dan keluar air ketuban sera lendir darah dari jalan lahir, penulis menganjurkan ibu segera ke Puskesmas Playen II untuk dilakukan pemeriksaan dan rujuk an ke Rumah sakit karena kemungkinan ibu sudah akan melahirkan. Sampai di puskesmas ternyata sudah pembukaan 2. Bayi lahir pada tanggal 29 Februari 2024 pukul 20.30 WIB, bayi menangis kuat, warna kulit kemerahan, gerak otot aktif, jenis kelamin laki-laki, berat lahir 2800 gram, panjang lahir 47 cm, langsung dilakukan IMD ± 60 menit, ibu dan bayi normal tidak terdapat komplikasi. Pada masa nifas dilakukan pengkajian nifas selama tiga kali dan tidak ada penyulit ataupun masalah. Pengkajian neonatal juga tidak ada penyulit ataupun masalah pada bayi. Pada kunjungan KF4 ibu memutuskan menggunakan kontrasepsi pil karena sudah merasa cocok. Asuhan berkesinambungan telah diberikan pada Ny.T dengan faktor risiko kekurangan energi kronik (KEK) hingga kontrol KB dan selesai masa nifasnya sehingga ibu tidak mengalami komplikasi. Keadaan ibu dan bayi dalam batas normal tidak didapatkan adanya masalah yang patologis. Harapan setelah dilakukan asuhan berkesinambungan ini adalah dilakukannya asuhan berkesinambungan dengan melibatkan SDM terkait sehingga ibu hamil yang memiliki faktor risiko mendapatkan pelayanan yang menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan..
Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
---|---|
Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
Depositing User: | Mahasiswa Polkesyo |
Date Deposited: | 07 Jan 2025 05:35 |
Last Modified: | 07 Jan 2025 05:35 |
URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/15452 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |