PENGARUH KOMPOSISI RENDAMAN KULIT BAWANG MERAH, KULIT BUAH PISANG DAN MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT) TERHADAP KUALITAS NPK PUPUK CAIR

Neno Putri Dwiyanti, and Tuntas Bagyono, and M. Mirza Fauzie, (2018) PENGARUH KOMPOSISI RENDAMAN KULIT BAWANG MERAH, KULIT BUAH PISANG DAN MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT) TERHADAP KUALITAS NPK PUPUK CAIR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Sampah adalah masalah lingkungan yang dihadapi di seluruh Negara. Sampah yang berasal dari berbagai sumber berpotensi mencemari lingkungan. Industri rumah pengepul bawang menghasilkan sampah kulit bawang merah 10 kg per hari. Kulit bawang merah berpotensi dapat membunuh hama serangga pada tanaman karena mengandung senyawa acetogenin. Kulit buah pisang merupakan bahan buangan yang cukup banyak jumlahnya, kulit buah pisang mengandung Kalium 15 % dan Phosfor 12 %. MSG (Monosodium Glutamat) memiliki kandungan Natrium yang tinggi serta Nitrogen 5%, Phosfor 0,4%, dan Kalium 1,7%. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan kualitas pupuk organik cair dari rendaman kulit bawang merah, kulit buah pisang dan MSG (Monosodium Glutamat) dengan berbagai komposisi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 sampel dengan 3 kali pengulangan. Jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan desain Post Test Only. Objek penelitian adalah campuran antara air rendaman kulit bawang merah, kulit buah pisang dan MSG (Monosodium Glutamat) terhadap kualitas NPK. Pemeriksaan ini menggunakan tiga komposisi yaitu komposisi A (200 ml air rendaman kulit bawang merah, kulit buah pisang dan 10 gram MSG), komposisi B (200 ml air rendaman kulit bawang merah, kulit buah pisang dan 20 gram MSG), komposisi C (200 ml air rendaman kulit bawang merah, kulit buah pisang dan 30 gram MSG). Uji statistik menggunakan uji One Way Anova untuk data normal dan uji Kruskall-Wallis untuk data tidak normal serta uji LSD. Hasil pengamatan kondisi fisik meliputi bau dan warna. Hasil kandungan Nitrogen tertinggi pada pupuk organik cair komposisi C, kandungan Phosfor tertinggi pada pupuk organik cair komposisi B, dan kandungan Kalium tertinggi pada pupuk organik cair komposisi C. Dari uji One Way Anova untuk kandungan Phosfor didapatkan hasil nilai Sig < 0,05 yaitu 0,032 yang berarti ada beda bermakna. Sedangkan uji Kruskall-Wallis untuk kandungan Nitrogen dan Kalium didapatkan hasil nilai Sig < 0,05 yaitu 0,035 dan 0,027 yang artinya ada beda bermakna. Hasil kandungan tersebut belum memenuhi baku mutu standar pupuk organik cair. Pupuk organik cair yang terbaik yaitu pupuk organik cair komposisi C yang memiliki nilai kandungan Nitrogen dan Kalium tertinggi diantara pupuk organik cair lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: > Jurusan
Depositing User: analis
Date Deposited: 14 Jun 2019 07:09
Last Modified: 14 Jun 2019 07:50
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/1197

Actions (login required)

View Item View Item